Cibunar - Means to Beauty

May 6, 2005

Dicomot dari Jurnal gua ketika berjalan bersama-sama mahasiswa / alumni FISIP UI ke Taman Nasional Ujung Kulon untuk keduakalinya tahun 2003 yang lalu; Tertanggal 5 Agustus 2003, “Menghadap ke Pantai Selatan, 16:45 WIB, Cibunar

“MEANS TO BEAUTY”

Adalah jalur perjalanan sepanjang 24 kilometer melewati pantai, hutan bakau, pantai dan pantai lagi, untuk menemukan muara Sungai Cibunar di pojokan jejeran pantai Laut Selatan Pulau Jawa. Nggak ngaruh kesegaran yang ditawarkan oleh gelombang samudera, nggak ngaruh juga bunyi suit angin yang bertabrakan dengan bukit, tetap begitu disambut oleh pasir mata gua terkunci pada ujung sebelah depan yang siluetnya bahkan nyaris tak terlihat. But, I have survived this trip once..And I will survive today.. Begitu pikiran gua sebelum akhirnya selama lebih dari 6 jam musti jalan terseok-seok di atas pasir yang melesak ke bawah begitu kita injak.

Damn! beginilah otot-otot yang tidak terlatih dihadapkan pada kondisi alam yang tidak normal, ditambah jeritan mental yang sudah lama menjadi tempe, pengecut, pengeluh dan pemarah!! Sempat muncul keinginan untuk merehabilitasi mental yang sudah lapuk ini..

Sekarang kita udah leyeh-leyeh di samping Muara Cibunar, bahkan pagi tadi, tergoda oleh Tegar, gua sempat menyicipi segarnya air Sungai sambil berusaha ikut berlompat-lompat dari atas tebing, seger banget rasanya. Hari ini gua habiskan untuk istirahat, sesuatu yang sudah lama gua gak dapetin di Jakarta. Maaf ya de (Nadin Asmarandjani- tambahan, waktu itu masih jadi pacar) aku seneng-seneng sendiri di sini, andaikan aku bisa menikmati suasana ini bersama kamu..kesunyiannya, keindahannya..

Related Stuffs
http://mapalaui.info/pm/more.php?id=A19_0_1_0_M

4 Responses

  1. Ini jalan dari Cibandawoh sampai Cibunar sama salah seorang temen gua dinamai Jalan Ko##ol Kobong. Satu orang punya dua matahari yang menemai di sepanjang jalur ini.

  2. wakakakaka, bener dit.. pengalaman banget lo ya 7 kali ngerasain huahahaha…

  3. Saya yakin perjuangan berat mu tidak seberapa dibanding dengan upaya rekan kita.. coba kamuh ingat kawan kita yang di ultimatum… “pokoknya gw gak mo tau, begitu nyampe tenda harus sudah berdiri..kalau tidak Putuuuuuss”!! dengan tertatih-tatih dan terseok-seok akhirnya bisa juga ia tiba duluan dengan tenda sudah berdiri tentunya… heheheh memang Cinta bisa Mengalahkan Maut..!

  4. Ckckckck.. iya Gar, huahahah lupa gua sama cerita-cerita itu, entar gua kodek catetan gua menyaring kisah tersebut.. huahahha

Leave a Reply