Now available in English.
Berdasarkan pengamatan, ada dua model topologi pada jaringan sederhana yang menggunakan mesin linux tambahan dengan squid untuk melakuka http cache. Tulisan ini bermaksud untuk memberikan alternatif topologi dengan memanfaatkan tproxy (A set of kernel patches reimplementing support for userspace transparent proxies).
Kedua model topologi yang umum digunakan adalah;
- Squid sejajar dengan klien dan intersepsi port http dilakukan dengan melakukan dst-nat ataupun /ip proxy parent dengan redirect port (Konfigurasi A).
- Squid berada setelah router dan menjadi router kedua yang melakukan intersepsi melalui iptables redirect (Konfigurasi B).


Kedua model ini memiliki kelemahan mendasar sebagai berikut (subyektif);
Hanya satu buah IP Address yang keluar dari Squid ketika menuju baik internet maupun router, karena telah dilakukan NAT, sebagai akibatnya;
- Bagi jaringan yang mengandalkan Mikrotik Router OS sebagai bandwidth shaper, request ke internet dari Squid sudah tidak dapat lagi di shape, sehingga otomatis akan memakan resource bandwidth yang tersisa (silahkan diteliti lebih lanjut), dan shaping akan dilakukan secara global oleh pihak ISP atau penyedia bandwidth.
- Bandwidth yang diberikan pada user (meskipun dijawab oleh proxy) sudah masuk ke dalam shape.
- Untuk yang menggunakan multiple gateway (misalnya memadukan koneksi internasional dari ADSL dan wireless), Squid hanya akan mengambil salah satu, bukan merupakan masalah apabila ADSL - Internasional, Wireless - IIX, tapi menjadi masalah apabila ruter melakukan load balancing, baik secara grup klien maupun berdasarkan session.
Cita-cita
Membangun Squid di dalam Linux Bridge (No additional configuration), menjadi sulit dilakukan karena Squid berjalan pada tatanan aplikasi dan otomatis memerlukan routing. Adapun menggunakan tutorial seperti yang terdapat pada http://freshmeat.net/articles/view/1433/ tidak mengatasi kedua kelemahan di atas karena tetap keluar dalam 1 IP Address. Mungkin untuk diterapkan pada jaringan warnet yang menggunakan sedikit subnet, misalnya 192.168.100.0/24, gateway dan shaping 192.168.100.1 (Mikrotik), dan Squid Cache pada 192.168.100.2 (interface bridge). Sementara cita-cita tersebut terpaksa dilupakan :D, silahkan infonya bagi yang telah berhasil melakukan percobaan. Ada satu tutorial lagi yang dapat dijadikan acuan mengenai penggunaan TProxy pada bridge;
Deskripsi Alternatif
Squid diletakkan sebagai gateway transisi antara klien dan ruter (Squid akan menjadi gateway bagi klien), Linux melakukan routing tanpa melakukan NAT, dan dengan menggunakan TProxy (melakukan patch pada Kernel dan IPTables) serta direktif tcp_outgoing_address pada squid, permintaan pada port 80 akan diteruskan ke ruter mikrotik yang melakukan shaping, NAT dan firewall. Dengan demikian, pada router Mikrotik akan ditambahkan static routing yang meneruskan jawaban dari Internet ke Proxy.

Alur data (http) menjadi.
Klien (172.16.17.4) –> eth1(172.16.17.1) (intersepsi port 80) –> port 3128 (squid) dengan tcp_outgoing_address menggunakan 172.16.17.1 (gateway klien) —-> routing (tanpa NAT) –> Mikrotik (shaping + NAT) –> Router lain –> Internet –> Kembali ke Mikrotik –> Static Routing ke Gateway Squid –> Intersepsi port 80 –> User
Berikut Langkah secara umumnya;
1. Instalasi standar Linux, OS yang digunakan adalah Debian etch, Kernel 2.6.18
2. Melakukan patching kernel cttproxy
3. Melakukan patching userspace iptables TPROXY
4. Instalasi SQUID dari sourcenya, 2.6.STABLE14 dari Source
5. Konfigurasi SQUID
6. Melakukan Routing tanpa NAT dengan bantuan Firehol
7. Static Routing di Mikrotik Router
Disclaimer
- Sudah dites dalam network berjalan.
- Tulisan ini tidak menerangkan mengenai optimalisasi performa Squid
- Belum tentu benar (namanya juga percobaan), meskipun sudah dites.
- Yang paling penting, I’m a Linux and Networking N00bs.
Langkah secara lebih mendetil;
1. Instalasi standar Linux, OS yang digunakan adalah Debian etch, Kernel 2.6.18-4
Lakukan instalasi biasa (base), dapatkan ISO Debian Etch-netinstall di mirror-mirror lokal yang banyak terdapat, salah satunya,.Atur skema partisi HDD sesuai
selera anda, berikut skema partisi saya;
df -h
Filesystem Size Used Avail Use% Mounted on
/dev/sda1 14G 1.2G 12G 9% /
tmpfs 253M 0 253M 0% /lib/init/rw
udev 10M 48K 10M 1% /dev
tmpfs 253M 0 253M 0% /dev/shm
/dev/sda2 19G 278M 19G 2% /cache1
/dev/sda3 19G 278M 19G 2% /cache2
/dev/sda6 24G 223M 22G 1% /home
2. Melakukan Patching Kernel cttproxy
baca informasi untuk melakukan kompilasi kernel debian di howtoforge, saya menggunakan metoda pertama (Building A Kernel .deb Package) yang kurang lebih langkahnya sebagai berikut (mohon dimaafkan kalau ada kesalahan-kesalahan, karena kompilasi kernel saya lakukan 2 minggu yang lalu, untuk pastinya silahkan baca link di atas);
Instal paket-paket yang diperlukan untuk kompilasi kernel;
apt-get update
apt-get install kernel-package libncurses5-dev fakeroot wget bzip2 build-essential
Download source kernel, dalam hal ini tetap kernel yang sama, karena kompilasi kernel bukan untuk melakukan upgrade kernel;
cd /usr/src/
wget http://www.kernel.org/pub/linux/kernel/v2.6/linux-2.6.18.4.tar.gz
tar -xzvf linux-2.6.18.4.tar.gz
ln -s linux-2.6.18.4 linux
Download dan Apply patch dari cttproxy
Keterangan mengenai tata cara melakukan patching ada di dalam paket cttproxy
cd /usr/src/
wget http://www.balabit.com/downloads/files/tproxy/obsolete/linux-2.6/cttproxy-2.6.18-2.0.6.tar.gz
cd /usr/src/linux
for i in <pathtocttproxy>/patch_tree/0{1,2,3}*.diff; do cat $i | patch -p1; done
Lakukan kompilasi kernel, aktifkan conntrack, NAT dan TPROXY support (ada di dalam Netfilter Configuration)
make clean && make mrproper
cp /boot/config-`uname -r` ./.config
Anda akan masuk ke dalam menu kompilasi kernel, pilih Load an Alternate Configuration File dan pilih .config
Posisi di menuconfig
-> Networking
---> Networking support
-----> Networking options
-------> Network packet filtering
----------> IP: Netfilter Configuration
Setelah selesai mengaktifkan, ketika keluar dari menuconfig, jawab Yes terhadap pertanyaan Do you wish to save your new kernel configuration?
Build Kernel
make-kpkg clean
fakeroot make-kpkg --initrd --append-to-version=-custom kernel_image kernel_headers
Tunggu agak lama, (kalau kasus saya sekitar satu jam atau lebih)
Install Kernel baru
cd /usr/src/
ls -l<
akan terlihat kedua file berikut;
linux-headers-2.6.18.4-custom_2.6.18.4-custom-10.00.Custom_i386.deb
linux-image-2.6.18.4-custom_2.6.18.4-custom-10.00.Custom_i386.deb
lakukan instalasi file deb tersebut;
dpkg -i linux-headers-2.6.18.4-custom_2.6.18.4-custom-10.00.Custom_i386.deb
dpkg -i linux-image-2.6.18.4-custom_2.6.18.4-custom-10.00.Custom_i386.deb
konfigurasi GRUB bootloader di /boot/grub/menu.lst telah dimodifikasi secara otomatis, anda tinggal melakukan restart sistem, dan pilihan booting default menjadi kernel yang baru kita modifikasi.
shutdown -r now
3. Melakukan patching userspace iptables TPROXY
Ambil source iptables
cd /usr/src/
apt-get source iptables
patch iptables (informasi lengkap ada di README cttproxy)
cd /usr/src/iptables-1.3.6.0debian1
cat <pathtocttproxy>/iptables/iptables-1.3-cttproxy.diff | patch -p1
chmod +x extensions/.tproxy-test
make KERNELDIR=/usr/src/linux
buat paket debnya dan lakukan instalasi
cd /usr/src/iptables-1.3.6.0debian1
dpkg-buildpackage -b -rfakeroot
cd /usr/src/
dpkg -i iptables_1.3.6.0debian1-5_i386.deb
Masukkan rule TPROXY untuk melakukan intersepsi terhadap request http (port 80)
iptables -t tproxy -A PREROUTING -i eth1 -p tcp --dport 80 -j TPROXY --on-port 3128
Pada debian, letakkan perintah ini di /etc/rc.local agar terload ketika sistem di restart, asumsinya user terhubung melalui eth1 (interface Local).
4. Install Squid dari Source (Ambil binary Squid 2.6.STABLE14)
Paket squid yang digunakan adalah 2.6.STABLE14, ambil langsung source codenya dari situs squid-cache karena paket squid dari debian tidak mendukung tproxy.
http://packages.debian.org/changelogs/pool/main/s/squid/squid_2.6.5-6/changelog
squid (2.6.5-2) unstable; urgency=low
* debian/rules
- Remove mispelled configure option enablig TPROXY support
(TPROXY support is NOT enabled since it needs kernel patches which
are not in the kernel sources distributed by debian)
cd /usr/src/
wget http://www.squid-cache.org/Versions/v2/2.6/squid-2.6.STABLE14.tar.gz
tar -xzvf squid-2.6.STABLE14.tar.gz
kompilasi dilakukan sama dengan kompilasi standard debian dengan tambahan opsi -enable-linux-tproxy, apabila ingin melihat standar kompilasi squid pada
debian silahkan instal terlebih dahulu squid dan jalankan dengan -v.
apt-get install squid
squid -v
Instal squid dari source, Jalankan perintah ./configure dalam satu baris.
cd /usr/src/squid-2.6.STABLE14/
./configure --prefix=/usr --exec_prefix=/usr --bindir=/usr/sbin --sbindir=/usr/sbin --libexecdir=/usr/lib/squid --sysconfdir=/etc/squid --localstatedir=/var/spool/squid --datadir=/usr/share/squid --enable-linux-netfilter --enable-storeio=ufs,aufs,diskd,null --enable-arp-acl --enable-removal-policies=lru,heap --enable-snmp --enable-delay-pools --enable-htcp --enable-poll --enable-cache-digests --enable-underscores --enable-referer-log --enable-useragent-log --enable-auth="basic,digest,ntlm" --enable-carp --enable-large-files --enable-linux-tproxy
make all
make install
cp /usr/src/linux/include/linux/netfilter_ipv4/ip_tproxy.h /usr/include/linux/netfilter_ipv4
cp /usr/include/linux/capability.h /usr/include/sys
5. Konfigurasi SQUID
Pada prinsipnya squid membutuhkan routing untuk meneruskan permintaan ke internet, routing akan tergantung pada aturan routing yang ada di linux anda, pada
contoh ini, apabila kita melihat table routing yang ada;
route
Destination Gateway Genmask Flags Metric Ref Use Iface
10.40.40.0 * 255.255.255.252 U 0 0 0 eth0
172.16.80.0 * 255.255.255.248 U 0 0 0 eth1
default 10.40.40.1 0.0.0.0 UG 0 0 0 eth0
Default gateway nya adalah 10.40.40.1, sehingga secara default semua paket yang diambil oleh squid untuk dilanjutkan ke internet akan menggunakan 10.40.40.1 sebagai routing ke internet. Yang diinginkan adalah agar ketika misalnya ada request dari user dengan IP Address 172.16.80.4 yang gatewaynya ke 172.16.80.1 (IP Address di eth1) ke internet pada port 80 (http), yang kemudian dialihkan ke port 3128 (squid) dengan menggunakan TPROXY iptables, squid akan melakukan binding dengan IP Address 172.16.80.1, yang apabila routingnya sudah diatur (lihat langkah no.6) akan diteruskan ke 10.40.40.1 dengan tetap membawa IP Address user 172.16.80.4 (iptables TPROXY).
Pada squid yang dibutuhkan adalah pengaktifan tproxy, dan memanfaatkan tcp_outgoing address berdasarkan acl src-address, berikut contoh file konfigurasi saya (sebagian). Silahkan eksplorasi lebih lanjut untuk konfigurasi performa squid.
http_port 3128 tproxy transparent##ACLs###
acl client_3dnet_isplasa src 172.16.17.0/255.255.255.248
acl client_3dnet_alwy src 172.16.17.8/255.255.255.248
acl client_3dnet_anis src 172.16.17.16/255.255.255.248
acl client_3dnet_pkstebet src 172.16.17.24/255.255.255.248
acl client_3dnet_pkstebet2 src 172.16.17.32/255.255.255.248
acl client_sonny src 172.16.35.8/255.255.255.248
acl client_christ src 172.16.35.16/255.255.255.248
acl client_shandy src 172.16.35.24/255.255.255.248
acl client_tono src 172.16.35.32/255.255.255.248
…##TCP_Outgoing_Address###
tcp_outgoing_address 172.16.17.1 client_3dnet_isplasa
tcp_outgoing_address 172.16.17.9 client_3dnet_alwy
tcp_outgoing_address 172.16.17.17 client_3dnet_anis
tcp_outgoing_address 172.16.17.25 client_3dnet_pkstebet
tcp_outgoing_address 172.16.17.33 client_3dnet_pkstebet2
tcp_outgoing_address 172.16.35.9 client_sonny
tcp_outgoing_address 172.16.35.17 client_christ
tcp_outgoing_address 172.16.35.25 client_shandy
tcp_outgoing_address 172.16.35.33 client_tono
…##Default##
tcp_outgoing_address 10.40.40.2
server_persistent_connections off
Dengan demikian apabila request muncul dari IP Address 172.16.17.4, maka squid akan berjalan pada 172.16.17.1:3128, sehingga request diteruskan dengan tetap membawa IP Address user (172.16.17.4) ke Router Mikrotik yang terletak diatasnya. Pastikan bahwa IP Gateway user merupakan salah satu IP Address yang diassign ke eth1 (local), karena gateway user adalah ke Gateway Linux Squid.
6. Melakukan Routing tanpa NAT dengan bantuan Firehol
Pada umumnya, sebuah gateway akan melakukan NAT sebelumnya melanjutkan request ke internet, namun demikian dengan serangkaian rule iptables (mungkin bisa dengan pendekatan lain, sayangnya saya belum bisa), routing paket bisa diteruskan ke atas (Router Mikrotik), dan NAT akan dilakukan oleh Router Mikrotik.
Untuk melakukan hal ini saya menggunakan firehol yang keterangan dan konfigurasi lengkapnya bisa dilihat di http://firehol.sourceforge.net/, pada contoh ini saya hanya membuat agar firehol melakukan routing terhadap permintaan dari eth1 (local ke user) ke eth0 (public ke mikrotik), apabila dibaca lebih lanjut firehol sangat berguna untuk melakukan konfigurasi firewall apabila tugas firewall ke user ingin dilakukan oleh Linux.
Install Firehol
apt-get install firehol
Agar firehol berjalan ketika sistem di boot
nano /etc/default/firehol
#Rubah NO menjadi YES
START_FIREHOL=YES
#If you want to have firehol wait for an iface to be up add it here
WAIT_FOR_IFACE=”"
Konfigurasi standar
cat /etc/firehol/firehol.confversion 5
interface eth0 tomt
policy acceptinterface eth1 toclient
policy accept## agar dari eth1 bisa melakukan routing ke eth0 ##
router localpublic inface eth1 outface eth0
route all accept## agar dari eth0 bisa melakukan routing ke eth1 ##
router publiclocal inface eth0 outface eth1
route all accept## agar paling tidak sesama user local dapat melakukan ping ##
router locallocal inface eth1 outface eth1
route all acceptMenjalankan firehol
/etc/init.d/firehol start
harap diperhatikan bahwa apabila anda melakukan restart pada service firehol, rule iptables yang ada di luar firehol akan hilang, dalam contoh ini adalah rule iptables TPROXY. Setelah anda selesai melakukan modifikasi konfigurasi firehol dan merestart firehol, jalankan kembali rule iptables di luar konfigurasi firehol.
7. Static Routing di Mikrotik Router
Agar Router mikrotik dapat mengetahui kemana paket permintaan dari user dibelakang squid diteruskan, harus dilakukan static routing ke Squid Gateway yang
berada di interface local mikrotik.
/ip route pr
..
A S 172.16.80.0/24 r 10.40.40.2 local
..
Apabila banyak subnet di belakang squid silahkan diarahkan satu persatu. Contoh di atas adalah saya memiliki beberapa user dengan blok ip address 172.16.80.0/29, 172.16.80.8/29 dst, di belakang Gateway Squid.
Tambahan, agar supaya Linux bisa berfungsi sebagai DNS, silahkan lakukan instalasi bind, dan pastikan di /etc/resolv.conf ada Name Server yang valid.
apt-get install bind
cat /etc/resolv.conf
nameserver 10.40.40.1
Demikian sedikit tulisan ini dibuat, semoga ada gunanya dan mohon ditambahkan, disempurnakan, dicek apabila ada kesalahan special thanks to;
Om Logan, Om Rizal dari LintasWave
Om Baba, Om Maulana
terutama Om Google
![[?] Joy, Works and Thoughts](http://www.tajidyakub.net/wp-content/themes/freshfolio/images/logo.png)







arie
September 29th, 2007
makasih banyak mas atas artikelnya ,soal nya aq jugalagi belajar mikrotik.
sekali lagi makasih .
artikel nya ditambah dong biar asik gitu…!!
thanks arie
cdb
September 29th, 2007
Moga2 indonesia tambah jaga Image dengan negara lain, Bravo…. indonesia
Zanky
October 5th, 2007
Mantap boss, fahamnya belakangan daah, yang penting udah baca, biar binun2 ;)
airbush
October 21st, 2007
mungkin pertanyaan saya agak d luar conteks, saya ingin menginstall squid d server (VPS) yang memiliki 4 IP (A, B, C, D) saya menginginkan outgoing IP yang d gunakan dapat jalan semua, misal kita mamasukan IP A dengan port Z d browser outgoing IPnya juga IP A dan seterusnya…
terima kasih atas pencerahannya
Tajid Yakub
October 21st, 2007
@^^
Secara random atau ada aturan tertentu?
Kalau ada aturan tertentu tinggal contek rule di atas bagian tcp_outgoing_address jadi untuk klien tertentu menggunakan IP A, yg lain menggunakan IP B, dst, kalau secara random saya masih belum tau..
tri m s
October 30th, 2007
mas, aku mau dah coba patch kernel (linux-2.6.20.15.tar.bz2) dengan cttproxy-2.6.20-2.0.6, tapi kenapa ketika di jalanin “make menuconfig” aku ndak nemu module untuk tproxy ya?
tri m s
October 31st, 2007
aku dah coba lagi compile linux-2.6.18.4 dengan patch cttproxy-2.6.20-2.0.6, module tproxy nya muncul…. akhirnya…. :D
tp waktu kernel di compile, setengah jalan langsung gagal:
net/ipv4/udp.c:1376: error: redefinition of ‘udp_v4_unhash’
net/ipv4/udp.c:211: error: previous definition of ‘udp_v4_unhash’ was here
net/ipv4/udp.c: In function ‘udp_v4_unhash’:
net/ipv4/udp.c:1383: warning: implicit declaration of function ‘udp_lib_unhash’
make[3]: *** [net/ipv4/udp.o] Error 1
make[2]: *** [net/ipv4] Error 2
make[1]: *** [net] Error 2
make[1]: Leaving directory `/usr/src/linux-2.6.18.4′
make: *** [debian/stamp-build-kernel] Error 2
bisa minta file .config nya? sapa tau punya ku konfigurasinya ndak cocok dengan linux-2.6.18.4 + cttproxy-2.6.20-2.0.6
btw, aku pake ubuntu 7.04
Tajid Yakub
October 31st, 2007
@Bro Tri..
disitu rada ribetnya patching kernel.. harus spesifik sekali.. setau saya Ubuntu 7.04 menggunakan kernel 2.6.20 , berarti harus cari patch ctt-proxy yg untuk kernel bersangkutan..saya kurang tau ada atau tidak, silahkan dicek ke situsnya langsung.
Kalau menggunakan kernel 2.6.18.4 cari patch yang sesuai dengan kernel tersebut.
Lucky^net
November 17th, 2007
ribet om tapi manteb ini pala mumet dah lebih dari 30x patching kernel tapi ngak pernah berhasil keluar2 sih menu TPROXY tapi kok ngak bisa di ubah jadi mau nya doank udah gitu patch iptables nya kok erorr “–ON-PORTS” napa lagi nih patchingnya ngak masuk2???
Tajid Yakub
November 19th, 2007
huehehhe sabar…, sama kok saya juga berkali-kali error on-port berarti belum terpatch itu iptablesnya..
miftah
December 7th, 2007
Bagus juga ini artikel, bisa untuk pencerahan dalam kegelapan Mikrotik dalam pikiran saya… mohon di tambah materinya untuk settingan Mikrotik supaya bisa memblokir situs tertentu……terimakasih..yah……
Lucky^net
December 9th, 2007
om dah bisa nih iptables dan di squid nyoba tambahin http 3128 tproxy tranparent ngak ada erorr cuman masih binggung di ACL nih kalo liat yg punya om tajid misalnya acl 172.16.17.0 tcp_outgoing jadi 172.16.17.1 nah kalo ip saya 172.16.0.1 sampai 17.16.0.16 berurutan jadi gimana nih om
tcp_outgoingnya?? apakah ip harus diubah semua longkap 1 untuk tcp_outgoing????
Tajid Yakub
December 9th, 2007
@Jeffry/Lucky
Sip kl gitu.. tinggal dikit lagi.., TCP Outgoing itu gunanya agar dari squid ke atas (router mikrotik kita) keluar dengan ip tersebut. Hal ini disesuaikan dengan karakteristik Queue kita. Kalau di mikrotik saya sesuai dengan contoh ACL, queue dilakukan per blok /29 jadi apabila request tersebut berasal dari blok 172.16.35.0/29 maka akan masuk ke mikrotik atas IP 172.16.35.1 dengan demikian akan tersaring di QUEUE atas blok 172.16.35.0/29.
Apabila QUEUE dilakukan per IP Address maka (CMIWW ya– silahkan coba sendiri) di ACL ditentukan misalnya ACL komputer1 172.16.35.4/255.255.255.255 lalu di TCP outgoing address menjadi tcp_outgoing_address 172.16.35.4 komputer1.
Semoga sukses ya.. kalau gak berhasil acl dan tcp nya coba aja bikin blok /29 untuk nyamain kasusnya..
lintang
January 14th, 2008
Saya berhasil membuat tproxy, tproxy berjalan baik.
tapi buat YM ok lum bisa ya
Tajid Yakub
January 16th, 2008
@lintang, YM hubungannya dengan port yang anda buka, coba buka port 5050 kalau tidak salah, bisa di googling lebih lanjut, banyak sepertinya yang mengalami masalah seperti anda.
imam
February 27th, 2008
mas kok patch kernel saya eror gini y :
kernel/sched.c:6562: internal compiler error: Segmentation fault
Please submit a full bug report,
with preprocessed source if appropriate.
See for instructions.
For Debian GNU/Linux specific bug reporting instructions,
see .
The bug is not reproducible, so it is likely a hardware or OS problem.
make[2]: *** [kernel/sched.o] Error 1
make[1]: *** [kernel] Error 2
make[1]: Leaving directory `/usr/src/linux-2.6.18.4′
make: *** [debian/stamp-build-kernel] Error 2
bisa minta tolong mas salah dimana??thanks b4
Iyus
February 29th, 2008
Mas Yakub,
Kalo sekira nya ada sistem routing dibawah TProxy ini bisa nggak yah ?? kayak gini misal nya.
Client A 192.168.0.0/24 gw ke 192.168.0.1 dgn IP arah atas nya misal 192.168.10.2 gw 192.168.10.1 nah tproxy tepat ada diatas ip 192.168.10.1 ?? jadi ada 2 hop dibawah tproxy gmn masukkan IP Address nya ???
Tajid Yakub
February 29th, 2008
@Mas Iyus,
Selama di hop tersebut tidak ada Network Address Translation (NAT) .. bisa-bisa saja.. kalau sudah di NAT ya percuma nanti masuk ke tproxynya sudah 1 IP
Yummy
March 11th, 2008
Kalo dibuat gitu remote mikrotiknya gimana nih????
perlu di NAT ya??? port nya 3128????
tanya lagi juga nih…….
kok di squidnya ip nya diganti kenapa????
Tajid Yakub
March 11th, 2008
@Yummi,
remote mikrotik biasa saja pake winbox (8291) pake ssh (22) dan telnet (23) gak usah diapa2kan, karena itu box tproxy tidak melakukan nat kecuali untuk request port 80 ke internet (direct-not cached).
di Squid ipnya diganti maksudnya?
Squid Cache, TProxy, dan Mikrotik (Alternate Configuration for Simple Networks) by [?] Joy, Works and Thoughts
March 22nd, 2008
[...] This is the english version of this indonesian article; [...]
bayu
April 4th, 2008
mas mau tanya yg bagian “Lakukan kompilasi kernel, aktifkan conntrack, NAT dan TPROXY support (ada di dalam Netfilter Configuration)”
itukan ada pilihan [*] , [M] ama [ ] nah yg dimaksud yg aktifin yg mana tuh mas……klo bisa diperinci dong bagiannya..
makasih
Tajid Yakub
April 4th, 2008
Duh mas bayu maaf saya dah lupa banget, dah lama itu ;p.. tapi prinsipnya aktifkan, mengenai simbol-simbol itu mungkin bisa cari di referensi lain ;p
Adil
May 16th, 2008
Om tajid, nanya dunk :)..
bisakah mikrotik menjadi bridge dalam subnet 30 ?
contoh topologinya :
Router cust —— Mikrotik ——– Router ISP
192.168.1.2/30 192.168.1.1/30
Mikrotik disini berfungsi untuk memisah dan me-limit bw int’ll dan lokal
Tajid Yakub
May 16th, 2008
Kalau kita bicara Bridge, kita belum masuk ke urusan IP Address (Bridge masih di Layer 2) jadi tentu saja bisa. Kalau untuk limit dan marking juga seharusnya bisa, namun sayangnya saya belum pernah coba.
Adil
May 16th, 2008
hehehe…coba dunk om, mentok nih :D
thx niway
Mang Iyus
July 18th, 2008
Mas error euy Tproxy koq aneh :( error nya kayak gini padahal kalo udah diarahkan ke Proxynya jalan normal trus sewaktu patch kernel/ iptables nggak ada error http://iyus.clansoenda.web.id/index.php/2008/07/18/mumet-instalasi-tproxy-on-debian/
dah disamain juga config dar squid.conf tp tetep aneh nih :). Kayaknya hrs dibuat Forum khusus ngebahas nih Tproxy :d
Lonthong2002
August 2nd, 2008
ada gak tutorial nya yang buat newbie kayak aku begini ya…
soalnya level nya cuma bisa yang gampang…
please….
aliens
September 22nd, 2008
salut boss…
^:)^
mohon di tambah lagi artikel tentang squidnya ya boss,tentang squid.conf nya,kalo ada sample-nya sekalian hehehe (yang lengkap ya boss)
rizal
September 24th, 2008
Mas tajid, aku dah berhasil instal tproxy seperti aya di bahas di atas, tapi sekarang masalahnya adalah kalau dari client akses ftp memakai command selalu ga bisa lihat file ataupun direkotiry, login ke ftpnya bisa dan berhasil sukses, tapi ga bisa ngelihat direktory atau file, kira-kira apa yah yang salahnya. terimakasih
Tajid Yakub
September 24th, 2008
Aneh juga Mas Rizal, tapi ini pasti masalahnya tproxy related?, soalnya intersepsi hanya dilakukan pada paket di port 80, untuk yang lainnya langsung di routing ke router di atasnya.