[?] Joy, Works and Thoughts Rotating Header Image

Virtual AP dan VLAN, Mikrotik Router OS

Tulisan ini disadur dari tulisan tech69 a.k.a pijal, yang sebelumnya diposting di Forum RTRW , disesuaikan dengan kondisi implementasi di lingkungan jaringan saya.

VLAN berdasarkan definisi adalah logical independent network within a physical network, sebagai ilustrasi yang lebih mudah mungkin serupa tapi tak sama dengan pembagian partisi pada HDD.

Beberapa keuntungan VLAN, disadur dari http://en.wikipedia.org/wiki/VLAN;

  • Menambah jumlah broadcast domain tapi mengurangi ukuran masing-masing, yang otomatis menurunkan traffic jaringan dan meningkatkan keamanan.
  • Mengurangi kebutuhan untuk membuat subnetwork.
  • Mengurangi kebutuhan hardware, jaringan dapat dipisahkan secara logical, tidak harus secara fisik.
  • Menambah kendali terhadap berbagai jenis trafiic.
  • Membuat beberapa logical swicth di dalam sebuah logical switch.


Implementasi dilakukan dengan memisahkan traffic wireless client yang terhubung pada sebuah Access Point dengan menggunakan Virtual AP pada Access Point bridge berbasis Mikrotik Router OS. Access Router pada jaringan saya juga menggunakan Mikrotik Router OS yang kemudian melakukan shaping dan firewall.

Berikut ringkasan topologinya;
topologi-mikrotik-vlan1.jpg

Wireless Client masing-masing terhubung dengan virtual AP dengan SSID berbeda pada sebuah Access Point, dalam kasus ini yang digunakan adalah RB-112 dengan Mikrotik Router OS v.2.9.35. Wireless Client A (Duren Sawit) juga menggunakan RB-112 dengan konfigurasi Station-WDS, sementara Wireless Client B (Cipinang) menggunakan radio Smart bridge (SB-2100) dengan konfigurasi Client Infrastructure.

Pada Access Point, buat virtual AP, vap1 dan vap2 dengan master interface wlan1, yang masing-masing memiliki SSID berbeda namun berjalan pada satu frekuensi.

vap1dan2.jpg

Atur konfigurasi WDS seperti biasa pada virtual AP yang menggunakan WDS, dan kemudian buat interface VLAN pada interface ethernet dengan ID berbeda, dalam kasus ini adalah VLAN0200DURSAW ID 200 dan VLAN201CIPINANG ID 201

interfacevlan.jpg

Kemudian buat dua bridge berbeda (br-cipinang dan br-dursaw) yang masing-masing bridge berisi interface masing-masing VLAN dan Virtual AP

interfacebridge.jpg

Berikan IP Address dan Routing pada interface vlan agar dapat di kelola

ipaddress.jpg

Pada Access Router buat interface VLAN sesuai dengan ID masing-masing dan letakkan IP Address gateway pada interface tersebut.

ipaddressrouter.jpg

Demikian cerita implementasi ini dibuat, semoga ada gunanya.

24 Comments

  1. faul says:

    mantab infonya bos…

  2. unyil says:

    Terimakasih atas tutorialnya yang berguna ini

  3. budy says:

    halo ini tugas

  4. rudi says:

    saya print out aja bos, trims

  5. Tajid Yakub says:

    Ok sama2 .. selamat bereksperimen

  6. wayan says:

    Infonya Bagus bgt Bang, Trims ya

  7. johan lau says:

    di situ di gambarkan bahwa , wireless client a dan b nya menggunakan mode bride /wds, udah pernah di coba ?, seandainya wireless client a dan b menggunakan mode routing ( mode station, wlan menggunakan ip address dan ether1 menggunakan ip address dan menjalan masquerading)

  8. Tajid Yakub says:

    kalau menggunakan moda routing maka virtual ap dan interface vlannya jadi gak dibutuhkan lagi .. karena sebelum broadcast kesebar ke link wireless lain sudah kena routing duluan.

  9. johan lau says:

    nah di situ kendalanya

    wireless client ini terhubung ke ap (ap-bridge mikrotik) yang wlan dan ether1 di bridge,

    broadcastnya khan ngumpul di ap bukan ?

  10. johan lau says:

    setelah dari ap ini baru ada satu lagi mikrotik yang merupakan router

    jadi ap ini hanya berfungsi sebagai ap tanpa fungsi routing

  11. wonk says:

    bisakah satu AP terdiri dari beberapa Vlan ?? contohnya ..saya menggunakan antena omni sebagai AP dan omni tersebut akan di akses oleh beberapa access point client dengan menggunakan VLan
    sebelumnya terimakasih

  12. Tajid Yakub says:

    @wonk, apabila interkoneksi VLAN melalui wireless ke end user (user device / router) teorinya bisa, namun manfaatnya harus dipertimbangkan kembali. Prinsipnya sebuah device bisa memiliki interface VLAN sampai dengan sekian (mohon di google) sesuai dengan standarnya masing-masing.

  13. johan says:

    aku udah test , kokk enggak jalan, switchnya manageble atau bukan ?

  14. Tajid Yakub says:

    @johan, otomatis switchnya harus managable, karena interface VLAN hanya bisa berhadapan dengan interface VLAN

  15. johan says:

    performance vlan lewat wds lebih bagus daripada virtual ap, ( vlan over wireless)

    sedangkan vlan over wired,
    kalau switchnya cisco sih aku yakin bisa, cuman sekarang switchnya intel express 406t,

    cuman ada untagged dan tagged
    definisi trunk di switch semacam intel express atau 3com itu di mana ya

  16. wonk says:

    apakah setiap vlan bisa berkomunikasi?? dengan catatan tanpa switch manageble dan routing vlan-nya di AP(mikrotik) tersebut .

  17. Aries says:

    Bisa lebih jelas settingan pada Manageable switch dan OS Mikrotik

  18. Sila says:

    Mantab banget mas, mau coba dulu, inilah yang saya cari2,, mudah2n sangat membantu. Thanks mas,,

  19. kalingga says:

    wah. ty ya q akhirnya berhasil jg. ni screen shotnya http://www.atasnamacinta.org/index.php/virtual-mikrotik.html . sekarang warnetku pake virtual mikrotik

  20. trims infonya, kami sedang banyak implementasi mikrotik di data center kami

  21. abdullah says:

    setelah ini buat ap lagi z mas?
    mas khan ini saya pengen membuat roter lagi dengan mikrotik?tapi ini mikrotiknya udah ad settingsnnya.bisa g di buat roter lagi untuk pambelajaran?
    tolong secepatnya di blz z mas????

  22. Keep sharing bos.. thenks infonya

  23. dhi says:

    mas, kalau misalkan transporting vlan, router– Cisco — Radio A —- Radio B — Cisco
    Untuk Kapasitas Link Radio A — B , itu memang mengurangi tidak?
    saya coba tanpa vlan , link both 10 Mbps
    jika dipasang vlan pada radio A dan B hasil nya mentol di 4Mbps.
    atau mungkin ada settingan saya yg kurang ya?

  24. Tajid Yakub says:

    @dhi mungkin ada overhead yang membuat transporting via wireless menjadi lebih *berat*, namun sepanjang pengalaman saya hal tersebut tidak ditemukan di wired network.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

*

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

CommentLuv Enabled