Beberapa hari terakhir ini di milis tentang web hosting yang tidak terlalu ramai postingnya muncul posting protes terhadap E-mail SPAM yang dikirimkan secara berulang ke E-mail poster terkait oleh sebuah provider hosting yang namanya sudah cukup berkibar (tentunya bukan Magnet Hosting karena Magnet Hosting belum berkibar :)). Celoteh kali ini bukan ingin menjustifikasi terhadap tindakan yang bermotif marketing ini, namun lebih ke informasi sederhana apa yang dimaksud dengan SPAM.
Menyimak definisi singkat yang menarik dari The Spamhaus Project, berikut point penting mengenai SPAM, mohon maaf karena menyadur tanpa ijin;
Definisi SPAM dalam kaitannya dengan E-mail adalah UBE / Unsolicited Bulk Email , unsolicited mengandung arti bahwa E-mail tersebut dikirimkan tanpa persetujuan penerima (yang dapat diverifikasi) sementara bulk adalah bahwa E-mail tersebut merupakan bagian dari koleksi E-mail yang lebih besar, atau gampangnya, massal.
Sebuah E-mail hanya dapat dianggap sebagai SPAM apabila E-mail tersebut memenuhi kedua kriteria di atas.
Sementara apabila menyimak wikipedia, di situ disebutkan bahwa SPAM merupakan kependekan dari SHORT POINTLESS ANNOYING MESSAGES, meskipun kadang tidak pendek dan sering kali tidak pointless karena ada tujuan dari sang pengirim.
Unsolicited
Kapan E-mail tersebut masuk ke dalam kriteria unsolicited memang agak sulit untuk dipakemkan, karena sering kali pengguna internet (termasuk saya) terutama pemula, *menyebar* identitas E-mailnya tanpa terlebih dahulu membaca atau bahkan melirik Term of Services yang menceritakan dampak akibat di *sebarkan* nya identitas E-mail tersebut.
Sebagai contoh sederhana, beberapa tahun yang lalu di awal terjunnya saya ke dunia web development , saya terdaftar sebagai pelanggan di sebuah Penyedia Jasa Hosting yang termasuk ke dalam perusahaan terbesar di Indonesia (yang ini berbeda dengan provider pertama yang disebutkan di atas), saya menjadi pelanggan (yang tidak setia karena gemar pindah-pindah) hanya sekitar 6 bulan - 1 tahun, namun demikian sampai sekarang saya masih menerima E-mail promosi, pemberitahuan maintenance, launching layanan baru dll dsb yang dikirimkan oleh perusahaan tersebut ke semua pelanggannya (dan mantan pelanggan berarti).
Apakah contoh kasus saya termasuk ke dalam kriteria unsolicited? , secara teknis tidak :(, karena mungkin ketika saya melakukan pendaftaran saya sudah menyetujui bahwa semua berita boleh dikirimkan ke alamat e-mail yang saya daftarkan. Bagaimana ceritanya ketika saya sudah menjadi mantan pelanggan, bahkan sudah hengkang lebih dari 5 tahun masih menerima E-mail tersebut? karena sederhana, mereka belum menyediakan mekanisme penghapusan atau request penghapusan account pelanggan saya.
Bulk
E-mail massal sebenarnya bukan barang haram, contoh gampangnya waktu kita mendaftar pada sebuah mailing list. Namun demikian tindakan-tindakan anggota mailing list terkait yang melanggar kesepakatan bersama yang telah ditetapkan misalnya oleh moderator mailing list contohnya untuk tidak beriklan, otomatis membuat pada kadar tertentu E-mail yang kita terima di mailing list tersebut memenuhi kriteria SPAM.
SPAM Bukan Masalah
Hal ini tidak terlalu dipermasalahkan oleh banyak pengguna E-mail karena toh kita dengan mudahnya bisa ganti alamat E-mail dengan membuka account gratis di provider e-mail gratis. Namun demikian hal ini tidak menyelesaikan permasalahan sebagai berikut;
- Jumlah bandwidth yang terbuang
- Jumlah resource hardware yang terbuang waktu mengirimkan dan waktu menerima
- Jumlah waktu yang terbuang baik untuk membaca maupun untuk menghapus
- Tindakan pelanggaran privacy aktifitas ber e-mail kita
Bukan masalah yang masalah, karena topik ini merupakan topik mendunia disebabkan oleh traffic SPAM mencapai 80-85% dari seluruh traffic E-mail (data perkiraan dari Messaging Anti-Abuse Working Group), waw, bayangkan kemubajirannya :).
Bukan Hanya E-mail
Istilah SPAM bukan hanya kita temui di kategori E-mail, beberapa contoh SPAM yang sering kita temui diantaranya;
- Instant Messaging / Messenger seperti Yahoo, MSN Messenger
- Forum
- Komentar pada Blog, Wiki dll
Marketing via E-mail (SPAM)
Marketing jalan pintas sering dilakukan oleh penyedia jasa dengan mengirimkan E-mail massal ke database alamat E-mail yang entah di dapat dari mana. Marketing dengan metoda ini tentunya merupakan pisau bermata dua;
- Memperluas brand awareness penyedia jasa terkait, penerima E-mail jadi aware terhadap perusahaan / jasa yang ditawarkan tersebut (apabila sempat dibaca sebelum dihapus :))
- Sekaligus mencemarkan penyedia jasa terkait apabila si penerima E-mail lebih mementingkan SPAM Awareness dibandingkan brand awareness :)
Tentunya analisa sederhana bisa dilakukan oleh pengirim SPAM sebelum melakukan tindakannya, sekian persen dari penerima (sekian mungkin tidak sampai 10%) tertarik dengan penawaran yang diterimanya dan melakukan aktifitas lebih lanjut, misalnya dengan mencari tahu, melihat situs yang disediakan, atau bahkan langsung melakukan pemesanan?
Sehingga seharusnya tindakan Marketing dengan cara ini harusnya tidak salah, karena toh ada hasilnya? :). Oleh karena itu saya sebut sebagai jalan pintas karena mudah untuk dilakukan terutama oleh sales-sales pemula :).
Pernah teman saya yang notabene owner / pemilik dari sebuh Internet Service Provider meskipun bukan provider besar, menerima E-mail penawaran harga bandwidth untuk RTRW Net :). Sangking pintasnya dan sangking ingin gampangnya, sang pengirim SPAM biasanya tidak melakukan seleksi terhadap E-mail yang dikirimkannya.
Marketing Cara Sulit
Kalau ingin memulai dari yang gampang misalnya melalui SPAM, mungkin ada baiknya apabila sang pengirim SPAM melakukan analisa target, sehingga efek pisau mata dua yang ke dua tidak terlalu *terasa*.
Kalau mau yang susahnya ya susah untuk diceritakan :), karena kalau saya tahu ya sudah saya jalankan untuk *menjajakan* dagangan saya :).
Happy SPAM :).
![[?] Joy, Works and Thoughts](http://www.tajidyakub.net/wp-content/themes/freshfolio/images/logo.png)







uwiuw
August 17th, 2008
” karena sederhana, mereka belum menyediakan mekanisme penghapusan atau request penghapusan account pelanggan saya.”
Berarti web hosting itu kacau juga. Seharusnya hal sederhana seperti menghapus account kita dari daftar email mereka bisa dilakuka baik oleh kita maupun mereka sendiri. Notifikas seperti itu kan menggangu terutama bila kamu sendiri mendapat email dalam juma puluh sampai ratusan setiap harinya. tapi ini cuma pendapat sy :P
btw sy suka istilah ‘Marketing jalan pintas”, memang email, ym, dan lain lain tidak terlalu menggangu kecuali kamu sudah sering online dan meresa notifikasi semacam itu sebagai tamu tak diundang (kalau diluar negeri bahkan bisa dituntut menggangu privasi) :O
theokomunika
November 17th, 2008
salam kenal bro….
numpang baca yach….hehehe