Batman Just Return

August 25, 2008

Masih inget judul film Batman Return? Tulisan ini bukan tentang film yang dirilis tahun 1992 itu, tapi tentang kembalinya Batman menjadi superhero kawakan melalui The Dark Knight (2008).

The Dark Knight

Buat yang belum nonton, jangan khawatir, saya bukan mau cerita mengenai jalan ceritanya kok, lagipula terus terang saya sudah lupa ceritanya meskipun baru nonton bulan yang lalu.

Kenapa film ini menjadi fenomenal? karena masuknya film ini di jajaran 250 Besar film yang paling bagus ratingnya di International Movie Database (IMDB), persisnya saat ini berada di urutan ke #3 dengan average rating 9.1 dari 246.111 pemilih (voters), persis berada di bawah The Shawshank Redemption (1994) dan The Godfather (1972) yang memiliki average rating sama namun dengan total voter lebih banyak.

Saya termasuk orang yang paling hobi nonton film, baik melalui kunjungan rutin ke Blitz Megaplex maupun melalui sumbangan dari om Rapid. Aktifitas ini dilakukan berpasangan dengan istri saya sebagai salah satu metoda melepaskan kepenatan bekerja. Namun bukan berarti kami secara membabibuta menonton semua film yang sedang diputar, melainkan dengan hati-hati melakukan pemeriksaan melalui IMDB sebelumnya.

Masuk peringkat 250 besar merupakan hal yang fenomenal bagi The Dark Knight, dan membuktikan bahwa film itu telah membawa Batman kembali menjadi superhero, padahal jagoan yang satu ini masih kalah jago sama Superman yang memang asli sakti, bahkan pada banyak hal, Batman masih kalah ilmu dibanding Wiro Sableng 212.

Sayangnya Superman telah kehilangan momentumnya, dan Wiro Sableng tersesat di belantara Sinetron Indonesia sehingga nasibnya tidak lebih baik dari Sandiwara Radio Tutur Tinular yang kolosal itu.

Saya penggemar film Drama dan Komedi, berbeda dengan istri saya (dan pastinya mayoritas penggemar film di dunia) yang lebih menyukai film action, fakta ini yang menyebabkan saya ikut berkesempatan untuk menyaksikan aksi Christian Bale yang lumayan ganteng itu. Untuk menonton film action standard saya agak tinggi, khususnya perkara rating di IMDB, kalau gak lewat 7.5 kayaknya gak usah ditonton, atau ditonton di rumah sambil santai-santai. Berbeda dengan film Drama atau Komedi atau gabungan keduanya, standar saya agak ringan, karena berdasarkan pengalaman, film seperti The Holiday , yang ratingnya gak sampai 7, What Happens in Vegas, danĀ  Because I Said So yang bahkan gak sampai 6 cukup menghibur dan sangat layak untuk di tonton. Hampir gak ada bedanya dengan film Drama Komedi dengan rating di atas 7.5 seperti Knocked Up (2007), tentunya semakin tinggi ratingnya, biasanya dan hampir selalu memang semakin bagus filmnya.

Tahun ini (atau mungkin dari tahun lalu) penggila film action dan khususnya superhero mendapatkan traktiran dari produsen film di Amrik sana, sebut Transformer, The Incredible Hulk, Spider-Man 3, yang kualitasnya lumayan bagus (minus Spider Man) dan tampaknya memiliki pergeseran dalam pembuatan alur cerita yang menjadi sangat lebih manusiawi. Namun di antara film Action Superhero yang masuk ke dalam daftar di dalam tulisan ini, yang paling saya gemari adalah Iron Man (2008), yang meskipun hanya memiliki rating 8.2, dan cuma masuk di peringkat 167, film ini benar-benar menyuguhkan alur cerita yang solid, menegangkan dan menghibur dalam waktu bersamaan. Saya sendiri gak tau siapa itu Iron Man, tapi yang pasti filmnya sangat layak untuk di tonton.

Terakhir, saya tetap bukan penggemar film action :).

Tags: , ,

4 Responses

  1. Baru tau.. ternyata gemar nonton layar tancep ya mas Tajid?..

    Orang kenapa suka ya kalo dibo’ongin? ato suka ngayalnya? wong semua film superhero bo’ong tapi bisa box office..

    kalo gitu dunia entertaint yang paling laku yang paling banyak boongnya kali ya wakakak

    ah ngebo’ongin orang ah biar orang seneng… :D

  2. Wah bener pak, saya penggemar layar tancap .. sayang udah gak ada lagi / jarang :)

  3. ada pak! http://www.layartancap.com hehehe

  4. [...] pembuatnya, pembacanya, dan bahasanya masih terjangkau di otak (kecuali mungkin buat yang sering nonton film seperti saya, new york doang mah saya udah sering lihat .. di film [...]

Leave a Reply