<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[?] Joy, Works and Thoughts &#187; Notes</title>
	<atom:link href="http://www.tajidyakub.net/category/notes/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.tajidyakub.net</link>
	<description>About taking notes of my personal understanding on various subjects.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 May 2010 13:00:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Kompilasi Postfix 2.7 dengan SASL, TLS dan MySQL Support di CentOS 64 bit</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2010/04/05/kompilasi-postfix-2-7-dengan-sasl-tls-dan-mysql-support-di-centos-64-bit/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2010/04/05/kompilasi-postfix-2-7-dengan-sasl-tls-dan-mysql-support-di-centos-64-bit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 06:03:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[CentOS]]></category>
		<category><![CDATA[Compile]]></category>
		<category><![CDATA[Postfix]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tajidyakub.net/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Melakukan kompilasi Postfix 2.7.0 pada CentOS 64 bit.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CentOS versi 5.4 masih terbundel dengan Postfix versi 2.3.3, pada kasus tertentu dimana kita membutuhkan dukungan MySQL, harus dilakukan kompilasi dari source rpm. Pada versi 2.6 ++ Postfix memberikan dukungan lebih terhadap multiple instance, dengan dukungan ini lebih dari 1 konfigurasi postfix dapat dijalankan pada satu server secara bersamaan.</p>
<p><span id="more-521"></span>Versi stable Postfix pada saat tulisan ini dibuat adalah 2.7.0, untuk melakukan kompilasi, postfix tidak menggunakan ./configure seperti yang umumnya dikenal, melainkan kita akan melakukan kompilasi kode C, dan kita dapat menambahkan CCARGS sebelum melakukan make.</p>
<p>Berikut tambahan argumen untuk makefile agar dukungan terhadap SASL, TLS dan MySQL aktif, dengan asumsi bahwa anda sudah menginstall paket pendukung lainnya. Apabila belum, silahkan pelajari pada pesan error ketika melakukan perintah make.</p>
<pre>make -f Makefile.init makefiles \
‘CCARGS=-DHAS_MYSQL -I/usr/include/mysql -I/usr/include -DUSE_SASL_AUTH -I/usr/include/sasl -DUSE_SSL -I/usr/local/ssl/include -DUSE_CYRUS_SASL -DUSE_TLS -Wa,--noexecstack -I/usr/include’ \
‘AUXLIBS=-L/usr/lib64/mysql -L/usr/lib64 -lmysqlclient -lz -lm -lsasl2 -lssl -lcrypto’
</pre>
<p>Sesuaikan path library apabila anda melakukan kompilasi untuk mesin 32 bit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2010/04/05/kompilasi-postfix-2-7-dengan-sasl-tls-dan-mysql-support-di-centos-64-bit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Implementasi PSTN ke IPPBX dan VoIP dengan Briker dan Netphonic NG-304</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2009/12/11/implementasi-pstn-ke-ippbx-dan-voip-dengan-briker-dan-netphonic-ng-304/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2009/12/11/implementasi-pstn-ke-ippbx-dan-voip-dengan-briker-dan-netphonic-ng-304/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 11:33:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[netphonic]]></category>
		<category><![CDATA[pstn]]></category>
		<category><![CDATA[telpon]]></category>
		<category><![CDATA[voip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tajidyakub.net/?p=488</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini bersifat praktis, bagi anda yang ingin mengimplementasikan Netphonic NG-304 dan Briker ke dalam IPPBX kantor / usaha anda. Saya sendiri baru saja melakukan implementasi terkait dengan proses perpindahan kantor <a href="http://www.magnet-id.com/">Magnet Hosting / PT. Indonesia Digital Media</a> ke daerah Kayu Mas, dengan implementasi ini nomor telepon di kantor lama tetap dapat digunakan di kantor baru karena disebrangkan melalui jaringan wireless (local loop).</p>
<p><span id="more-488"></span>Meskipun implementasi voip dilakukan secara local, namun secara umum IPPBX dapat digunakan melalui hubungan internet meskipun (mungkin) akan berpengaruh kepada delay dan kualitas suara.</p>
<h2>Topologi Sederhana</h2>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-518" title="ng304-briker-ippbx" src="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2009/12/ng304-briker-ippbx.jpg" alt="ng304-briker-ippbx" width="500" height="409" /></p>
<p>Peralatan yang digunakan :</p>
<ul>
<li>Netphonic NG 304, yang memiliki 4 port FXO (untuk dicolok Line dari Telkom), netphonic NG 304 ini merupakan VoIP Router, namun pada implementasi yang saya gunakan hanya untuk meredirect panggilan masuk ke 4 Line tersebut ke Briker IPPBX, dan sebaliknya meredirect panggilan dari extension yang terregister di Briker secara random ke 4 Line Telkom yang tercolok di Port FXO. Referensi penjual : <a title="simantap" href="http://simantap.com/netphonic/15-netphonic-ng-304.html" target="_blank">http://simantap.com/netphonic/15-netphonic-ng-304.html</a> , rekomendasi dari saya pribadi untuk sales supportnya yang cukup menguasai sehingga bisa melayani pertanyaan saya yang awam VoIP.</li>
<li>Briker IPPBX, dalam hal ini yang saya gunakan adalah Ver .1.2 &#8220;Kilat&#8221;, Briker IPPBX merupakan distribusi Linux yang memungkinkan sebuah PC / Server biasa diubah menjadi Server PBX berbasis IP dengan fitur dan fasilitas yang sudah sangat mumpuni untuk diterapkan pada Bisnis menengah seperti kantor saya. Briker IPPBX saat ini saya install di sebuah PC dengan motherboard dan Processor Atom 330, RAM 1 GB serta 2&#215;160 GB HDD Raid1 (mirror). Distribusi Linux yang canggih ini dikembangkan oleh orang <strong>asli Indonesia</strong>, namanya Mas Anton, bisa dipelajari lebih lanjut di <a title="Briker" href="http://www.briker.org" target="_blank">http://www.briker.org</a>.</li>
<li>Linksys PAP2T Internet Phone Adaptor sebanyak 2 buah, masing-masing memiliki 2 Port FXS yang memungkinkan 2 buah telepon biasa analog dikoneksikan sebagai extension ke Briker. Sisanya menggunakan X-Lite Softphones di masing-masing PC, karena penggunaaannya untuk technical dan billing support maka memang preferensi mengangkat telepon melalui <em>head set</em> lebih dipilih supaya bisa sambil beraktifitas sambil menerima panggilan, cukup dimodali dengan <em>headset </em>yang agak bagusan sehingga tidak sakit di telinga :).</li>
</ul>
<h2>Sistem IPPBX</h2>
<ul>
<li>Ekstension, baik Linksys PAP2T, X Lite Softphones dan IP Phone SPA921 (yang saya gunakan) terkoneksi sebagai <em>Extension</em> ke Briker IPPBX melalui jaringan TCP / IP dalam hal ini <em>Wireless Network</em>.</li>
<li>IPPBX Briker terkoneksi dengan Netphonic NG 304 melalui interface WAN di NG 304, juga melalui Jaringan TCP / IP dalam hal ini kabel UTP karena terletak di satu rak yang sama.</li>
<li>4 Line Telepon dimasukkan ke 4 Port FXO Netphonic NG 304.</li>
</ul>
<p>Artikel ini mungkin akan berguna bagi anda abila anda;</p>
<ul>
<li>Memiliki Netphonic NG 304 atau seri lainnya yang memiliki port FXO</li>
<li>Sudah memiliki sebuah PC / Server yang terinstall Briker IPPBX dan sudah terkoneksi dengan baik Networknya.</li>
<li>Memiliki IP Phone / menggunakan X-lite Sofphone dan sudah dapat melakukan registrasi dengan Briker IPPBX melalui SIP.</li>
</ul>
<h2>Konfigurasi VoIP Router Netphonic NG 304</h2>
<p>Netphonic NG 304 akan berfungsi melakukan hal-hal sebagai berikut;</p>
<ul>
<li>Mengangkat telepon yang masuk ke port FXO dan *melempar* panggilan tersebut ke Briker IPPBX dengan melakukan <em>Call Out</em> ke Briker IPPBX melalui fasilitas Hotline (langsung diarahkan).</li>
<li>Menerima permintaan panggilan keluar setelah dirouting dari IPPBX dan melakukan panggilan keluar dengan menggunakan salah satu dari 4 Port FXO secara random.</li>
</ul>
<p>Netphonic NG 304 dan mayoritas produk VoIP lainnya dapat diakses dan dikonfigurasi melalui interface Web, secara default Port LAN dari Netphonic NG 304 akan memiliki IP Address 192.168.22.1 (silahkan dipelajari melalui dokumentasi yang disertakan), untuk konfigurasi awal, silahkan colokkan kabel LAN ke port LAN dan sesuaikan IP Address komputer yang ingin anda gunakan untuk melakukan konfigurasi awal.</p>
<ul>
<li>Sesuaikan konfigurasi WAN di dalam NG-304, pastikan bahwa NG-304 bisa terhubung dengan Briker IPPBX (bisa saling melakukan ping), dalam hal ini NG-304 saya berikan IP Address 117.103.52.xx dengan netmask 255.255.255.248 dan gateway ke 117.103.52.xx. Untuk melakukan konfigurasi silahkan klik link WAN &gt; Connected Type di sebelah kiri.</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-494" title="wan-connected-type" src="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2009/12/wan-connected-type.jpg" alt="wan-connected-type" width="500" height="343" /></p>
<ul>
<li>Karena saya menggunakan IP Address static, maka saya memilih Static IP Address seperti di atas, setelah anda klik OK, maka anda akan dihadapkan ke layar berikutnya yang berisi informasi konfigurasi Network (WAN) Netphonic NG-304.</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-495" title="static-ip-wan" src="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2009/12/static-ip-wan.jpg" alt="static-ip-wan" width="426" height="323" /></p>
<ul>
<li>Masih melalui Web Interface, anda dapat melakukan setup penamaan Line dari masing-masing FXO melalui menu Line Configure &gt; Line Setting, dalam hal ini saya menamakan sesuai Nomor telepon yang dicolokkan ke masing-masing port tersebut. (Nama IN 1602 Number 1602 untuk Port yang dicolokkan No telepon 85911602, dan seterusnya. Name ini nantinya akan muncul di display extension penerima misalnya &#8220;IN 1602&#8243; sementara nomornya akan muncul sebagai nomor line yang melakukan redirect telepon misalnya &#8220;1602@117.103.52.xx&#8221;, 117.103.52.xx merupakan IP Address dari Briker IPPBX kita.</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-498" title="ng-304-line-configure" src="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2009/12/ng-304-line-configure.jpg" alt="ng-304-line-configure" width="500" height="144" /></p>
<ul>
<li>Pastikan bahwa anda mengenable Hot Line di dalam Line Setting untuk semua FXO karena pada konfigurasi yang saya lakukan, telepon masuk akan langsung di *lempar* ke Briker IPPBX melalui Call Out Routing yang akan kita lakukan kemudian. Jangan lupa untuk klik <strong><em>Modify</em></strong> setelah anda melakukan perubahan.</li>
<li>Anda juga bisa melakukan setup apakah panggilan keluar yang dilakukan oleh Netphonic NG 304 dilakukan melalui Line FXO secara random, line number priority (apabila port 1 kosong maka telepon akan menggunakan port tersebut) ataupun rotasi melalui fasilitas Line Configure &gt; Line Feature.</li>
<li>Lakukan routing setup terhadap panggilan yang masuk ke dalam FXO untuk pengarahan ke Briker IPPBX (Call Out) melalui menu Routing Setup &gt; VoIP Call Out, yang dimaksud <em>Call Out</em> disini adalah karena NG 304 akan melakukan panggilan keluar (ke Briker) berdasarkan rule yang ada.</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-503" title="ng-304-call-out-routing" src="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2009/12/ng-304-call-out-routing.jpg" alt="ng-304-call-out-routing" width="500" height="165" /></p>
<ul>
<li>Masukkan hl1, hl2, hl3 atau hl4 pada Area Code, hl1 mewakili HotLine Port FXO 1 sesuai konfigurasi di Line Configuration, hl2 mewakili port FXO 2 dan seterusnya. Pada kolom destination masukkan IP Address Briker IPPBX anda, maksud dari rule routing ini adalah apabila ada panggilan dengan Area Code hl* maka silahkan diarahkan ke IP Address (Briker IPPBX).</li>
<li>Sebagai tambahan, anda sebaiknya mengaktifkan <em>authorization</em>, melalui menu Routing Setup &gt; Authorization untuk menentukan IP Address mana saja yang dapat melakukan panggilan keluar melalui Netphonic NG 304, masukkan IP Address Briker IPPBX anda.</li>
<li>Klik tombol <strong>Save Modification</strong> (paling bawah), agar konfigurasi yang sudah anda lakukan tidak hilang ketike Netphonicnya reboot :).</li>
<li>Dengan demikian setup di Netphonic NG 304 untuk keperluan ini sudah selesai dilakukan, dan kita akan melakukan setting di Briker IPPBX.</li>
</ul>
<h2>Konfigurasi SIP Trunk pada Briker IPPBX</h2>
<p>Agar panggilan dari dan ke NG 304 dari Briker IPPBX dapat dilakukan, anda dapat menggunakan SIP Trunk antara Briker IPPBX dan Netphonic NG 304.</p>
<ul>
<li>Akses interface Web Briker IPPBX anda, masuk ke menu IPPBX Administration, dan klik menu Trunks di sebelah kiri dan pilih Add SIP Trunk. Masukkan ng304 pada Trunk Name (silahkan diatur sendiri) dan masukkan konfigurasi berikut pada PEER Details (Outgoing Settings);</li>
</ul>
<pre>type=peer&amp;friend
qualify=yes
nat=never
insecure=port,invite
host=ng304.xxx
context=from-trunk
canreinvite=no</pre>
<ul>
<li>Kemudian pada Incoming Settings masukkan ng304-in pada USER Context dan masukkan konfigurasi berikut pada USER Details;</li>
</ul>
<pre>canreinvite=no
context=from-pstn
host=ng304.xxx
nat=no
type=peer</pre>
<ul>
<li>Klik Submit Changes kemudian klik Apply Configuration Setting dan Pilih Continue With Reload.</li>
<li>Pada General Settings masih di bagian sama, aktifkan Allow Anonymous Inbound SIP Calls (yes), ini harusnya bisa diubah menjadi No, namun saya belum sempat oprek-oprek lagi.</li>
<li>Jangan lupa melakukan Apply Configuration apabila anda melakukan perubahan pada konfigurasi Briker IPPBX anda.</li>
</ul>
<h2>Konfigurasi Outbound dan Inbound Routes pada Briker IPPBX</h2>
<p>Outbound routes harus diatur agar anda bisa menentukan telepon dengan nomor berapa yang diarahkan ke ng304 Trunk, dalam kasus ini saya menggunakan 9|. yang artinya apabila ada panggilan dari ekstension yang didahului dengan angka 9 dan diakhiri dengan angka berapa saja akan diarahkan ke Trunk ng304, dengan 9 dihilangkan (rule |).</p>
<p>Misalkan ada sebuah extension yang menekan nomor 98510017, maka panggilan tersebut akan dirouting ke Trunk NG304 dengan 9 hilang menjadi 8510017 saja dan nantinya Netphonic NG 304 akan melakukan panggilan keluar salah satu port FXO ke nomor tersebut.</p>
<p>Sementara itu Inbound Routes bisa diatur apabila anda ingin memisahkan telpon masuk ke nomor mana apakah akan di direct ke ekstension tertentu, atau ke Ring Group tertentu, atau ke IVR tertentu. Hal ini saya lakukan karena Nomor Telepon yang saya gunakan dalam hal ini 85911602 dan 85911606 akan saya arahkan ke IVR Magnet Hosting (operatornya adalah Ekstension Magnet Hosting) sementara nomor telepon 85912006 akan dijawab oleh IVR yang berbeda dengan operator yang berbeda juga.</p>
<p>Untuk konfigurasi <strong>Outbound Routes</strong> silahkan ikuti langkah berikut;</p>
<ul>
<li>Klik menu Outbound Routes, masukkan nama route misalnya PSTN_PLMN (atau silahkan edit dari template yang ada),  masukkan 9|. pada dial pattern, masukkan SIP/ng-304 pada Trunk Sequence no 0, contohnya dapat anda lihat pada gambar berikut;</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-513" title="briker-outbound-routes" src="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2009/12/briker-outbound-routes.jpg" alt="briker-outbound-routes" width="339" height="453" /></p>
<ul>
<li>Jangan lupa klik Submit Changes dan Apply Configuration setelah perubahan / input anda lakukan.</li>
<li>Sampai dengan tahap ini maka panggilan dengan 9 di depan yang dilakukan oleh ekstension yang sudah teregister melalui SIP di Briker IPPBX akan diarahkan ke Netphonic NG 304.</li>
</ul>
<p>Untuk konfigurasi <strong>Inbound Routes</strong> silahkan ikuti langkah berikut;</p>
<ul>
<li>Sebagai contoh, saat ini kita akan membuat Inbound Routes untuk telepon yang masuk dari Netphonic NG 304 dengan Caller ID 1602 (sesuai yang kita atur sebelumnya di Line Settings).</li>
<li>Klik menu Inbound Routes dan klik Add Incoming Routes.</li>
<li>Masukkan 1602 pada description (bisa disesuaikan) dan 1602 pada Caller ID Number.</li>
<li>Kemudian pada Set Destination silahkan pilih tindakan yang anda inginkan apabila ada telepon masuk dari Line 1602, dalam hal ini saya setup ke IVR dengan judul &#8216;Welcome-1&#8242;, sebelumnya anda harus melakukan setup IVR terlebih dahulu karena hal tersebut tidak dibahas disini.</li>
<li>Pilihan lainnya adalah, anda dapat mengarahkan tindakan ke Ring Groups sehingga beberapa telepon (ekstension) yang ada di Ring Groups tersebut akan berbunyi bersama-sama pada saat ada telepon masuk, atau bisa juga anda set langsung ke ekstension tertentu (direct) apabila anda ingin telepon masuk ke nomor tersebut adalah Line Dedicated ke ekstension tertentu.</li>
<li>Jangan lupa klik Submit setelah anda memasukkan / mengubah konfigurasi anda.</li>
<li>Buat Inbound Routes yang lain, dalam kasus saya, saya juga membuat Inbound Routes untuk 1606, 1636 dan 2006. Apabila anda tidak ingin memisahkan perlakukan terhadap telepon yang masuk, silahkan kosongkan Caller ID Number sehingga aturan routes tersebut akan berlaku untuk semua panggilan yang masuk ke Briker IPPBX (Any DID/ Any CID)</li>
<li>Pada saat ini panggilan yang masuk ke Netphonic NG 304 seharusnya sudah dapat diterima dan diarahkan oleh Briker IPPBX.</li>
</ul>
<h2>Setup Lainnya</h2>
<p>Hal lain yang harus anda setup namun tidak saya ceritakan disini adalah diantaranya;</p>
<ul>
<li>Melakukan setup Extension untuk koneksi dari PAP2T maupun X-Lite Softphones ataupun IP Phones melalui SIP.</li>
<li>Melakukan setup IP Phones, PAP2T maupun X-Lite untuk register ke Briker IPPBX</li>
</ul>
<p>Apabila anda kesulitan melakukan hal-hal tersebut silahkan mampir ke forum developer VoIP Rakyat yang saya yakin pasti ada anggota lain yang mau membantu menyelesaikan permasalahan anda.</p>
<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li>Briker IPPBX <a title="Briker" href="http://www.briker.org" target="_blank">http://www.briker.org</a></li>
<li>Forum VoIP Rakyat <a title="Forum Voip Rakyat" href="http://developer.voiprakyat.or.id/forum/index.php" target="_blank">http://developer.voiprakyat.or.id/forum/index.php</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2009/12/11/implementasi-pstn-ke-ippbx-dan-voip-dengan-briker-dan-netphonic-ng-304/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reload Konfigurasi Nginx</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2008/10/26/reload-konfigurasi-nginx/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2008/10/26/reload-konfigurasi-nginx/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 00:41:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[nginx]]></category>
		<category><![CDATA[web server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tajidyakub.net/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>File konfigurasi nginx di web server anda dapat di *reload* dengan mengunakan <em>signal</em> dan tanpa melakukan restart;</p>
<p><span id="more-429"></span></p>
<pre class="brush: bash">ps aux | egrep &#039;(PID|nginx)&#039;</pre>
<p>Perintah tersebut akan menghasilkan output seperti;</p>
<pre class="brush: bash">

USER       PID %CPU %MEM    VSZ   RSS TTY      STAT START   TIME COMMAND
root     22757  0.0  0.7  42028  2604 ?        Ss   04:02   0:00 nginx: master process /usr/local/sbin/nginx
nobody   23303  0.0  0.7  42028  2336 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
nobody   23304  0.0  0.7  42028  2368 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
nobody   23305  0.0  0.7  42028  2368 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
nobody   23306  0.0  0.7  42028  2348 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
nobody   23307  0.0  0.7  42028  2376 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
nobody   23308  0.0  0.8  42028  2876 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
nobody   23309  0.0  0.7  42028  2360 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
nobody   23310  0.0  0.6  42028  2192 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
nobody   23311  0.0  0.7  42028  2328 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
nobody   23312  0.0  0.8  42028  2928 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
</pre>
<p>Reload konfigurasi dapat dilakukan melalui perintah kill -HUP PID master proses nginx; dalam kasus ini adalah;</p>
<pre class="brush: bash">kill -HUP 22757</pre>
<p>Selamat Mencoba ..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2008/10/26/reload-konfigurasi-nginx/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Multiple Authoritative DNS Server untuk Domain Anda</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2008/09/04/multiple-authoritative-dns-server-untuk-domain-anda/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2008/09/04/multiple-authoritative-dns-server-untuk-domain-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 18:21:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[dns]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tajidyakub.net/?p=396</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyimak diskusi pada sebuah thread di <a title="WHT" href="http://www.webhostingtalk.com/showthread.php?t=719545" target="_blank">WHT</a>, berikut <a href="http://www.webhostingtalk.com/showpost.php?p=5292140&amp;postcount=12" target="_blank">komentar dari salah seorang anggota forum</a>;</p>
<blockquote><p>The very oldest rfcs say you should have your nameservers in different places, both netwise and geographically, so that no one event will bring them all down.</p>
<p>Some people say this isn&#8217;t important because if your dns is down the servers probably are too, but this isn&#8217;t completely true. The exception is email.</p>
<p>If your server or network goes missing temporarily, taking all your nameservers with it, then anyone who tries to send mail to one of your customers will get an immediate and confusing failure message.</p>
<p>Then they phone the person they are trying to email and that person phones you.</p>
<p>If however your server disappears momentarily, but you still have a functioning nameserver in another location, the email will be accepted from the sender and queued on their outbound mailserver until the message can be delivered (or until the retry time-out expires).</p>
<p>In my opinion that&#8217;s a better thing to have happen. You don&#8217;t want people phoning you every time there is a net burp or you have to reboot your server.</p>
<p>So despite what practically every cpanel &#8220;host&#8221; says, there is benefit to having nameservers in different places.</p></blockquote>
<p>Saya ingin mengangkat topik ini menimbang praktek umum pada dunia web hosting untuk menggunakan server web nya sebagai Master Name Server(s), terutama yang menggunakan cPanel tanpa memanfaatkan fasilitas <a title="DNS Server Clustering Quick Start" href="http://www.cpanel.net/docs/dnsclustering-quickstart/" target="_blank">DNS Server clustering</a> yang ditawarkan oleh cPanel.</p>
<p><span id="more-396"></span></p>
<p>Misalkan anda menghosting situs anda pada sebuah virtual server atau dedicated server dengan minimal 2 IP Address, dan  secara teknis sudah dapat melayani zona authoritative domain yang anda miliki melalui satu buah server tersebut (<em>single server</em>).</p>
<p><a title="RFC2182" href="http://www.unix.com.ua/rfc/rfc2182.html" target="_blank">RFC2182</a>, bagian 5 menyebutkan, yang apabila diterjemahkan, bahwa spesifikasi DNS dan pendaftaran nama domain membutuhkan minimal 2 <strong>server</strong> untuk setiap zone, dan biasanya yang satu adalah Master dan yang lainnya adalah secondary, namun dianjurkan untuk melayani zone authoritative melalui 3 server minimal.</p>
<p><strong>Penting tidak Penting</strong></p>
<p>Tidak penting karena apabila web server anda tewas, hang, maintenance mode dan menghilang dari belantara internet maka otomatis situs anda tidak akan dapat diakses meskipun anda mempunyai 7 Name Server yang melayani domain anda.</p>
<p>Tapi ternyata penting juga karena (berdasarkan quote di atas), mohon dikonfirmasi oleh rekan yang lain, apabila web server anda menghilang, dan termasuk di dalamnya name server anda maka internet akan menjadi buta total termasuk di dalamnya tidak dapat meminta informasi mengenai MX records yang terkait dengan E-mail. Ilustrasi sederhananya adalah apabila anda mengirimkan E-mail @domainanda.tld yang DNS dan web servernya sedang lenyap maka akan langsung direplied oleh error message dan otomatis gagal dikirim.</p>
<p>Sementara apabila name server anda masih hidup, meskipun web server nya hilang, E-mail yang dikirimkan ke @domainanda.tld akan masuk ke antrian (queue) pengiriman pesan, yang akan diproses kembali di lain waktu oleh Mail Server yang kita gunakan untuk mengirim.</p>
<p><strong>Terpisah Secara Geografis</strong></p>
<p>Sering kita dengar bahwa sebaiknya Name Server anda dipisahkan secara geografis atau pelatakkan server yang terpisah. Sebenarnya yang menjadi konsep pemisahan ini adalah <em>network reachable</em> dari masing-masing server, apabila anda meletakkan name server pada sebuah rak misalnya, melalui koneksi yang sama ke internet, maka apabila koneksi tersebut terganggu maka otomatis name server anda akan tidak bisa dijangkau oleh internet, dan sama saja dengan menghilang dari peredaran. Adalah lebih baik apabila anda meletakkan name server anda pada jaringan yang berbeda untuk mengatasi masalah tersebut.</p>
<p><strong>Solusi</strong></p>
<p>Sebenarnya bukan hal yang sulit untuk menghilangkan permasalahan DNS pada single server ini, karena sekarang kita dapat menemukan virtual private server yang murah meriah baik di indonesia maupun di luar negeri.</p>
<p>Artinya, anda dapat menggunakan virtual server atau vps tersebut untuk menjadi salah satu name server anda.Resource yang dibutuhkan akan tergantung dari jumlah zone yang dilayani, namun tidak terlalu besar, sebuah vps dengan RAM 128 MB sudah dapat menjalankan fungsi tersebut dengan baik.</p>
<p>Terlebih lagi apabila anda menggunakan cpanel, anda tidak harus memiliki pengetahuan berlebihan mengenai DNS, karena anda bisa menggunakan <a title="cPanel DNS only" href="http://www.cpanel.net/products/dnsonly/index.htm" target="_blank">cPanel DNS only</a> secara GRATIS, dan diinstall ke vps anda dengan sangat mudah (tinggal satu baris perintah).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2008/09/04/multiple-authoritative-dns-server-untuk-domain-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Server untuk yang Membutuhkan Tenaga dan Kecepatan Lebih</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2008/09/03/server-untu-yang-membutuhkan-tenaga-dan-kecepatan-lebih/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2008/09/03/server-untu-yang-membutuhkan-tenaga-dan-kecepatan-lebih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 20:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>
		<category><![CDATA[web server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tajidyakub.net/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seiring dengan berkembang dan meluasnya cakupan akses internet di Indonesia (meskipun masih tergolong lambat di bandingkan dengan negara lain), tentunya <em>local content </em>Indonesia juga akan semakin berkembang. Mau tidak mau suka tidak suka, pengguna internet akan lebih familiar dengan yang settingnya, pembuatnya, pembacanya, dan bahasanya masih terjangkau di otak (kecuali mungkin buat yang <a href="http://www.tajidyakub.net/2008/08/25/batman-just-return/" target="_self">sering nonton film</a> seperti saya, new york doang mah saya udah sering lihat .. di film :)).</p>
<p><a href="http://www.google.co.id/search?q=hosting+iix+scam" target="_blank">Scam tidak scam</a>, <a href="http://www.google.co.id/search?q=hosting+iix+lelet" target="_blank">lelet tidak lelet</a>, dan dari sekian banyak yang menganjurkan agar kita tidak meletakkan <em>content</em> kita di lingkungan internet lokal (baca: Indonesia) melalui berbagai alasan yang sangat masuk akal, lokasi geografis <a href="http://www.tajidyakub.net/2008/03/24/hosting-di-iix/" target="_blank">turut mengambil peranan dalam menentukan kenyamanan </a><em><a href="http://www.tajidyakub.net/2008/03/24/hosting-di-iix/" target="_blank">browsing</a></em> seorang pengguna internet, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Latency_(engineering)" target="_blank">terutama di </a><em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Latency_(engineering)" target="_blank">latency</a></em>.</p>
<p>Intinya, ruang permintaan terhadap Layanan Dedicated atau Co-location Server dengan posisi Data Center di Indonesia, dijamin, akan selalu dan terus berkembang.</p>
<p>Atas dasar pemikiran sederhana dan ditambah beberapa ambisi dan visi saya dan teman-teman, <strong>Magnet Hosting</strong> kini mulai menyediakan <a title="Dedicated Server Magnet" href="http://www.magnet-id.com/dedicated-server/" target="_blank">Layanan Dedicated Server</a>. Alangkah indahnya memang bila pada masanya nanti jembatan yang terpercaya dapat terbuat untuk menghubungkan <em>content provider</em> dengan pengguna internet tanpa ada hambatan di sisi biaya. Konsepnya bagaimana meramu layanan dengan harga semurah mungkin tapi tetap sehat bisnisnya dan tetap terjaga kualitasnya.</p>
<p>Siapa tahu langkah kecil ini bisa memberikan dampak besar buat <a title="Magnet Hosting" href="http://www.magnet-id.com/" target="_blank">Magnet</a>?, provider jasa hosting mana yang gak punya cita-cita untuk nantinya membangun Data Center <strong>Terbaik, Termurah, dan Terhandal</strong> di Indonesia? relatif memang, tapi mudah-mudahan bisa sampai ke sana :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2008/09/03/server-untu-yang-membutuhkan-tenaga-dan-kecepatan-lebih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>New Code for WP MU Google Analytics Plugin</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2008/08/25/new-code-for-wp-mu-google-analytics-plugin/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2008/08/25/new-code-for-wp-mu-google-analytics-plugin/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 25 Aug 2008 16:56:17 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[plugin]]></category>
		<category><![CDATA[wordpress]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tajidyakub.net/?p=392</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>This is the revision for this <a title="WP mu google analytics" href="htthttp://themajesty.asslema.net/wordpress-mu/wordpress-mu-google-analytics/" target="_blank">nice plugin</a> on developed by someone speaking french I totally don&#8217;t understand the readme :lol:.</p>
<p>The plugin make possible for us to insert the Google Analytics Tracking Code dynamically inside multi blog WordPress enabled site (<a title="WPMU" href="http://mu.wordpress.org" target="_blank">WPMU</a>). Each subdomain data (blog) can be viewed under different website profile in GA with different tracking code.</p>
<p>This is the revision code (only the rafiq_ga.php)</p>
<blockquote><p><a href="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2008/08/rafik_ga.zip">Download Here (rafiq_ga.zip)</a></p></blockquote>
<p>This is the whole plugin,</p>
<blockquote><p><a href="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2008/08/wpmu_google_analytics-revised.zip">WPMU Google Analytics Revised</a></p></blockquote>
<p>I haven&#8217;t tried them yet, just inserting new code and make it compatible with <a title="Google Analytics Tracking Code Migration Guide" href="http://www.google.com/support/googleanalytics/bin/answer.py?hl=en&amp;answer=76305" target="_blank">Google Analytics Tracking Code Migration Guide</a>. <strong>Use it at your own risk, and please do advise or revise it directly</strong>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2008/08/25/new-code-for-wp-mu-google-analytics-plugin/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Selamat Datang Kembali Indoforum.org</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2008/08/13/selamat-datang-kembali-indoforumorg/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2008/08/13/selamat-datang-kembali-indoforumorg/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 13 Aug 2008 10:26:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[hosting]]></category>
		<category><![CDATA[IIX]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tajidyakub.net/?p=384</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Entah bagaimana ceritanya, sukurnya ke arah yang (mungkin) kita inginkan bersama, pindahan server ke <em>local content</em> baik melalui IIX maupun openIXP sepertinya lagi jadi trend :). Situs-situs besar dengan mayoritas pengunjungnya adalah pengguna internet Indonesia dan contentnya merupakan content Indonesia perlahan tapi pasti memulangkan Servernya ke Indonesia.</p>
<p>Dua hari yang lalu situs komunitas <a title="IndoForum Situs Komunitas" href="http://www.indoforum.org" target="_blank">indoforum.org</a> pulang ke Internet Indonesia melalui peering IIX dan openIXP, semoga saja terus terjadi fenomena ini, baik Server, hostingan anda dan mungkin VPS anda.</p>
<pre class="brush: bash">Please wait for script to run, or time out
RESULTS OF Network Tools on indoforum.org

1  aztec.gen.net.id (202.138.253.1) 0.557 ms  0.930 ms  0.589 ms
2  oixp-gw.gen.net.id (202.51.29.194)  1.765 ms  0.616 ms  0.695 ms
3  218.100.28.134 (218.100.28.134)  2.452 ms  4.175 ms  1.523 ms
4  117.103.61.130 (117.103.61.130)  2.107 ms  2.777 ms  1.463 ms
5  indoforum.org (117.103.57.77) [open]  3.664 ms  4.812 ms  1.656 ms</pre>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2008/08/13/selamat-datang-kembali-indoforumorg/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>1</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Pelaku Migrasi ke Nginx</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2008/07/29/pelaku-migrasi-ke-nginx/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2008/07/29/pelaku-migrasi-ke-nginx/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 29 Jul 2008 08:44:21 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[httpd]]></category>
		<category><![CDATA[migrasi]]></category>
		<category><![CDATA[nginx]]></category>
		<category><![CDATA[web server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tajidyakub.net/?p=377</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignnone size-full wp-image-378" title="nginx" src="http://tajidyakub.net/wp-content/uploads/2008/07/nginx.gif" alt="engine-x" width="121" height="32" /></p>
<p>Dalam waktu singkat <a title="Nginx" href="http://nginx.net" target="_blank">nginx (dibaca engine-x) </a>menjadi semakin populer, bukan data dari mana-mana, cuma pengalaman pribadi. Paling tidak saya melakukan migrasi beberapa situs ke nginx untuk beberapa alasan;</p>
<ul>
<li>Percobaan / eksperimen</li>
<li>Belajar dan Ingin tahu, terutama membiasakan diri dengan apa yang bisa dan apa yang tidak bisa dilakukan oleh nginx</li>
<li>Mengakalin resource terbatas (misalnya <a title="WPMU" href="http://mu.wordpress.org" target="_blank">wpmu</a> di <a href="http://magnet-id.com/vps/" target="_blank">VPS Entry Magnet</a> yang hanya punya <strong>128 MB RAM</strong>), sebenarnya sangat mungkin untuk bisa dilakukan dengan misalnya melakukan tweaking apache, tapi berhubung sekaligus ada kesempatan experiment jadinya opsi tersebut saya lupakan</li>
</ul>
<p><span id="more-377"></span></p>
<p>Konfigurasi standarnya sih menggunakan PHP dengan fast-cgi melalui <a title="php-fpm" href="http://php-fpm.anight.org/" target="_blank">php-fpm</a>, serta menggunakan <a title="xcache" href="http://xcache.lighttpd.net/" target="_blank">xcache</a> yang biasa digunakan oleh <a title="lighthttpd" href="http://www.lighttpd.net/" target="_blank">lighthttpd</a>. Catatan mengenai prosedur instalasi dan konfigurasi awal dapat dilihat sekilas <a title="Configurasi nginx di CentOS" href="http://tajidyakub.com/2008/06/28/nginx-mysql-php-in-centos-51-x86_64/" target="_blank">disini</a>, tentunya untuk pendalaman silahkan di cari di <a title="Google" href="http://google.com" target="_blank">google</a>.</p>
<p><strong>Beberapa Situs Pelaku Migrasi</strong></p>
<p><strong>Magnet Hosting</strong></p>
<p>Seminggu terakhir ini semua fasilitas <a title="Magnet Hosting" href="http://magnet-id.com" target="_blank">Magnet Hosting</a>, dimigrasi ke nginx dari sebelumnya menggunakan apache, hasilnya sih belum ketahuan tapi yang penting sekarang sudah jalan :).</p>
<p><strong>TerminalMusik</strong></p>
<p>Buat yang belum pernah ke <a title="TerminalMusik" href="http://terminalmusik.com" target="_self">terminalmusik.com</a>, coba sekali-kali main ke sana, meskipun sekarang baru ada <a title="jawerkotok" href="http://jawerkotok.terminalmusik.com/" target="_blank">satu artis non label yang mengupload karyanya</a>, tapi sangat menjanjikan dan lagunya bagus-bagus :). Ownernya mas <a title="coroijo" href="http://www.coroijo.com/" target="_blank">indojepang</a> dan kawan-kawan pun tampaknya akan mendedikasikan waktunya untuk mengelola situs ini, goodluck mas, ditunggu musik-musik selanjutnya.</p>
<p>Situs ini tadinya menggunakan konfigurasi standar LAMP di CentOS dengan RAM 128 MB, akselerasi loading page sangat-sangat terasa setelah dimigrasi ke nginx.</p>
<p><strong>Bluefame.com</strong></p>
<p>Salah satu <a title="Alexa Rank Indonesia" href="http://www.alexa.com/site/ds/top_sites?cc=ID&amp;ts_mode=country&amp;lang=none" target="_blank">forum komunitas terbesar di indonesia</a>, <a title="bluefame" href="http://www.bluefame.com/" target="_blank">bluefame.com</a>, baru hari ini melakukan migrasi ke nginx (meskipun tidak full) dan bukan saya yang melakukan migrasi, hanya sekedar tahu :). Mohon maaf buat mas Admin kalau seandainya informasi ini tidak / belum boleh dipublish, saya hanya tergelitik untuk melakukan sosialisasi karena terdetek di <a title="Plugin Server Spy" href="http://www.jacquet80.eu/mozilla/exts/ServerSpy/" target="_blank">plugin server spy mozilla</a> yang saya gunakan.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-379" title="bluefame" src="http://tajidyakub.net/wp-content/uploads/2008/07/bluefame.gif" alt="BlueFame" width="400" height="359" /></p>
<p>Bagian tersulit buat saya apabila ingin melakukan migrasi dan eksperimen adalah mempelajari aturan rewrite nginx, berhubung saya bukan developer, non programmer dan cuma tau linux dikit-dikit maka ini merupakan kendala, terutama <a title="Dokumentasi Nginx" href="http://wiki.codemongers.com/Main" target="_blank">dokumentasi nginx</a> yang masih terbatas dan kurang lengkap.</p>
<p>Sekian dulu dari saya, selamat bereksperimen :)</p>
<p><a title="Komentar" href="http://tajidyakub.net/2008/07/29/pelaku-migrasi-ke-nginx/" target="_blank">Klik disini untuk memberikan komentar</a>.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2008/07/29/pelaku-migrasi-ke-nginx/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Beta Testing LiteSpeed Web Server di Magnet</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2008/04/17/beta-testing-litespeed-web-server-di-magnet/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2008/04/17/beta-testing-litespeed-web-server-di-magnet/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 21:31:18 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[litespeed]]></category>
		<category><![CDATA[web server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tajidyakub.net/?p=375</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-376" title="litespeed" src="http://tajidyakub.net/wp-content/uploads/2008/04/litespeed.gif" alt="LiteSpeed Web Server" width="400" height="164" /></p>
<p>Beberapa hari yang lalu saya berkesempatan untuk melakukan beta testing <a title="LiteSpeed Web Server" href="http://liteseppedtech.com" target="_blank">LiteSpeed Web Server</a> pada development server di <a title="Magnet | Ruang Virtual Anda" href="http://magnet-id.com" target="_blank">Magnet</a>, testing ini terutama dilakukan untuk mengecek kompatibilitas antara <a title="cPanel" href="http://cpanel.net" target="_blank">WHM-cPanel</a> yang tadinya menggunakan <a title="Apache HTTPD" href="http://httpd.apache.org/" target="_blank">Apache</a> dengan suPHP. Berdasarkan riset google yang saya lakukan, LiteSpeed Web Server merupakan web server alternatif Apache yang *katanya lebih powerful dan *katanya paling kompatible dengan Apache.</p>
<p>Testing menggunakan LiteSpeed Web Server Enterprise (Trial) yang di &#8220;timpa&#8221; ke atas instalasi cPanel dan WHM dan menggunakan PHP lsapi untuk menggantikan suPHP. Instalasi berjalan tanpa kesulitan berarti, prosedur instalasi awal hanya dengan menggunakan sebuah skrip install.sh yang disediakan oleh <a title="LiteSpeed Technologies" href="http://litespeedtech.com" target="_blank">LiteSpeed Technologies</a> sebegai developer LiteSpeed Web Server.</p>
<p><span id="more-375"></span></p>
<p>Panduan instalasi LiteSpeed saya dapatkan dari situsnya (meskipun sudah out-of-date) tapi ternyata installer yang baru justru sangat mengakomodir untuk LiteSpeed digunakan berbarengan dengan cPanel dan WHM, beserta beberapa control panel lainnya.</p>
<p>Panduan untuk melakukan kombinasi dan menggunakan lsapi PHP dari LiteSpeed dapat anda baca melalui <a title="BobCares" href="http://bobcares.com/article65.html" target="_blank">link ini</a>. Saat ini server testing yang digunakan (termasuk tempat dimana blog ini berada) menggunakan full LiteSpeed pada port 80 dan 443 (apache dalam keadaan disabled / mati), dan PHP 5.2.5 lsapi (litespeed sapi).</p>
<p>Langkah selanjutnya adalah dengan melakukan benchmarking pada live environment, meskipun hanya server percobaan namun saya pelan-pelan memasukkan situs-situs *live* kedalam server tersebut, tentunya melihat situs yang memiliki traffic dan load lumayan (tidak seperti situs ini) ;p.</p>
<p>Salah satunya adalah situs <a title="Ayodance Fansite" href="http://ayodance-fansite.web.id" target="_blank">fansite Ayodance</a> milik Agus yang menggunakan joomla dan cukup memiliki traffic dibandingkan dengan situs-situs milik teman yang lain yang bisa di *bajak untuk di tes ke server percobaan ;p.</p>
<p>Hasil Benchmark akan saya utarakan dikemudian hari terhadap dua environment berbeda di dua mesin yang berbeda ini.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2008/04/17/beta-testing-litespeed-web-server-di-magnet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Apa Kabar indoupload.NET?</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2008/04/17/apa-kabar-indouploadnet/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2008/04/17/apa-kabar-indouploadnet/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 16 Apr 2008 17:46:51 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[indoupload]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://tajidyakub.net/?p=373</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><strong>UPDATE 05-06-2008</strong></p>
<p>Anda dipersilahkan untuk mengirimkan <em>request</em> untuk menarik kembali data anda, caranya dengan mengisi form di halaman utama <a title="Form Request Indoupload.NET" href="http://indoupload.net" target="_blank">http://indoupload.net</a>, data yang dibutuhkan adalah username dan E-mail anda, URL untuk mendownload data lama akan dikirimkan via E-mail setelah data anda di RAR. Anda akan mendapatkan URL file RAR dan MD5 File terkait untuk memeriksa apakah proses download anda sempurna.</p>
<p>Sayangnya beberapa file yang kurang berkenan dengan aturan layanan sebelumnya telah terlebih dahulu dihapus, sehingga mungkin tidak semua data dapat anda ambil kembali. Fasilitas ini akan disediakan sampai dengan tanggal 05 Juli 2008.</p>
<p><strong>&#8211;x-end update-x&#8212;</strong></p>
<p><span id="more-373"></span></p>
<p>Kabar buruk tentunya, server indoupload.NET menghilang dari peredaran beberapa bulan yang lalu. Dan sampai dengan ini saya tulis memang belum pernah ada pernyataan resmi dari saya selaku pencetus layanan yang pastinya sangat berguna bagi pengguna internet indonesia.</p>
<p style="text-align: center;"><img class="alignnone size-full wp-image-374" title="Indoupload.NET berbagi data di lingkar IIX" src="http://tajidyakub.net/wp-content/uploads/2008/04/indoupload_480_60.gif" alt="Indoupload.NET" width="480" height="60" /></p>
<p>Saya lupa persisnya kapan, Server Indoupload.NET yang memang hanya semata wayang meskipun dicolok oleh banyak HDD Sata II terpaksa di turun mesin kan karena satu dan lain hal;</p>
<ol>
<li>Ada &#8220;gangguan&#8221; dari pihak-pihak yang tidak bertanggungjawab sehingga kualitas layanan menjadi menurun drastis, entah disengaja atau tidak atau sekedar coba-coba, tindakan ini membuat server semata wayang menjadi kelelahan dan tidak mampu lagi menjalankan tugasnya.</li>
<li>Keinginan untuk melakukan sweeping / pembersihan file-file / data yang melanggar aturan layanan terutama yang berbau pornografi, meskipun saya tidak anti pornografi bukan berarti saya merelakan layanan yang disediakan atas budi baik banyak pihak ini digunakan untuk <em>pornographic content massive distribution</em>.</li>
</ol>
<p>Kemudian fakta bahwa setelah turun mesin layanan tidak mampu dihidupkan kembali adalah karena melalui pertimbangan beberapa pihak yang membantu terciptanya layanan ini pertama kali, termasuk ISP <a title="Lintaswave.NET ISP" href="http://lintaswave.net.id" target="_blank">Lintaswave.NET</a> adalah sebagai berikut;</p>
<ol>
<li>Merasa bahwa untuk kedepannya secara pendanaan juga tidak memungkinkan untuk melanjutkan layanan terkait.</li>
<li>Merasa bahwa konsep awal untuk merangsang dan menjamurkan yang judulnya <em>local internet content </em>telah tercapai dan tentunya pengguna internet indonesia saat ini lebih mudah menemukan layanan &#8211; layanan lokal.</li>
</ol>
<p>Terlepas dari alasan-alasan tersebut, yang tentunya akan mengesalkan banyak pihak yang merasa &#8220;dirugikan&#8221; karena menghilangnya layanan ini, saya pribadi memohon untuk dibukakan pintu maaf yang sebesar-besarnya. Suatu saat apabila memungkinkan saya ingin menghidupkan kembali layanan tersebut hanya untuk sekedar memberikan kesempatan bagi pihak yang merasa dirugikan untuk mengambil kembali data-datanya yang mungkin penting (sampai sekarang semua HDD masih aman dan dalam keadaan berfungsi).</p>
<p>Sekali lagi, maaf ya ;).</p>
<p>Klik lebih lanjut untuk melihat dan menuliskan komentar anda.</p>
<p><!--more--></p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2008/04/17/apa-kabar-indouploadnet/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>16</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

