Now available in English.
Berdasarkan pengamatan, ada dua model topologi pada jaringan sederhana yang menggunakan mesin linux tambahan dengan squid untuk melakuka http cache. Tulisan ini bermaksud untuk memberikan alternatif topologi dengan memanfaatkan tproxy (A set of kernel patches reimplementing support for userspace transparent proxies).
Kedua model topologi yang umum digunakan adalah;
- Squid sejajar dengan klien dan intersepsi port http dilakukan dengan melakukan dst-nat ataupun /ip proxy parent dengan redirect port (Konfigurasi A).
- Squid berada setelah router dan menjadi router kedua yang melakukan intersepsi melalui iptables redirect (Konfigurasi B).


Kedua model ini memiliki kelemahan mendasar sebagai berikut (subyektif);
Hanya satu buah IP Address yang keluar dari Squid ketika menuju baik internet maupun router, karena telah dilakukan NAT, sebagai akibatnya;
- Bagi jaringan yang mengandalkan Mikrotik Router OS sebagai bandwidth shaper, request ke internet dari Squid sudah tidak dapat lagi di shape, sehingga otomatis akan memakan resource bandwidth yang tersisa (silahkan diteliti lebih lanjut), dan shaping akan dilakukan secara global oleh pihak ISP atau penyedia bandwidth.
- Bandwidth yang diberikan pada user (meskipun dijawab oleh proxy) sudah masuk ke dalam shape.
- Untuk yang menggunakan multiple gateway (misalnya memadukan koneksi internasional dari ADSL dan wireless), Squid hanya akan mengambil salah satu, bukan merupakan masalah apabila ADSL – Internasional, Wireless – IIX, tapi menjadi masalah apabila ruter melakukan load balancing, baik secara grup klien maupun berdasarkan session.
Cita-cita
Membangun Squid di dalam Linux Bridge (No additional configuration), menjadi sulit dilakukan karena Squid berjalan pada tatanan aplikasi dan otomatis memerlukan routing. Adapun menggunakan tutorial seperti yang terdapat pada http://freshmeat.net/articles/view/1433/ tidak mengatasi kedua kelemahan di atas karena tetap keluar dalam 1 IP Address. Mungkin untuk diterapkan pada jaringan warnet yang menggunakan sedikit subnet, misalnya 192.168.100.0/24, gateway dan shaping 192.168.100.1 (Mikrotik), dan Squid Cache pada 192.168.100.2 (interface bridge). Sementara cita-cita tersebut terpaksa dilupakan :D, silahkan infonya bagi yang telah berhasil melakukan percobaan. Ada satu tutorial lagi yang dapat dijadikan acuan mengenai penggunaan TProxy pada bridge;
(more…)