<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?>
<rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:wfw="http://wellformedweb.org/CommentAPI/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	xmlns:sy="http://purl.org/rss/1.0/modules/syndication/"
	xmlns:slash="http://purl.org/rss/1.0/modules/slash/"
	>

<channel>
	<title>[?] Joy, Works and Thoughts</title>
	<atom:link href="http://www.tajidyakub.net/feed/" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.tajidyakub.net</link>
	<description>About taking notes of my personal understanding on various subjects.</description>
	<lastBuildDate>Fri, 07 May 2010 13:00:16 +0000</lastBuildDate>
	<language>en</language>
	<sy:updatePeriod>hourly</sy:updatePeriod>
	<sy:updateFrequency>1</sy:updateFrequency>
	<generator>http://wordpress.org/?v=3.1.2</generator>
		<item>
		<title>Bergaya dengan Polo Shirt Gratisan</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2010/05/07/bergaya-dengan-polo-shirt-gratisan/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2010/05/07/bergaya-dengan-polo-shirt-gratisan/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 07 May 2010 13:00:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Joy]]></category>
		<category><![CDATA[LIA]]></category>
		<category><![CDATA[PANDI]]></category>
		<category><![CDATA[Polo]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tajidyakub.net/?p=527</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><a href="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2010/05/kaos-polo-shirt-gratis.jpg"><img class="alignnone size-full wp-image-530" title="kaos-polo-shirt-gratis" src="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2010/05/kaos-polo-shirt-gratis.jpg" alt="" width="550" height="189" /></a></p>
<p>Agus, Arip dan Agus lagi (backside) berpose menggunakan polo shirt souvenir dari <a title="PANDI" href="http://www.pandi.or.id">PANDI</a> dan <a title="LIA Conferences" href="http://www.liaconferences.com/">liaconferences.com</a>. Semoga kedepan makin banyak polo shirt gratisan nyasar ke kantor Magnet :).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2010/05/07/bergaya-dengan-polo-shirt-gratisan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Kompilasi Postfix 2.7 dengan SASL, TLS dan MySQL Support di CentOS 64 bit</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2010/04/05/kompilasi-postfix-2-7-dengan-sasl-tls-dan-mysql-support-di-centos-64-bit/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2010/04/05/kompilasi-postfix-2-7-dengan-sasl-tls-dan-mysql-support-di-centos-64-bit/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 05 Apr 2010 06:03:45 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[CentOS]]></category>
		<category><![CDATA[Compile]]></category>
		<category><![CDATA[Postfix]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tajidyakub.net/?p=521</guid>
		<description><![CDATA[Melakukan kompilasi Postfix 2.7.0 pada CentOS 64 bit.]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>CentOS versi 5.4 masih terbundel dengan Postfix versi 2.3.3, pada kasus tertentu dimana kita membutuhkan dukungan MySQL, harus dilakukan kompilasi dari source rpm. Pada versi 2.6 ++ Postfix memberikan dukungan lebih terhadap multiple instance, dengan dukungan ini lebih dari 1 konfigurasi postfix dapat dijalankan pada satu server secara bersamaan.</p>
<p><span id="more-521"></span>Versi stable Postfix pada saat tulisan ini dibuat adalah 2.7.0, untuk melakukan kompilasi, postfix tidak menggunakan ./configure seperti yang umumnya dikenal, melainkan kita akan melakukan kompilasi kode C, dan kita dapat menambahkan CCARGS sebelum melakukan make.</p>
<p>Berikut tambahan argumen untuk makefile agar dukungan terhadap SASL, TLS dan MySQL aktif, dengan asumsi bahwa anda sudah menginstall paket pendukung lainnya. Apabila belum, silahkan pelajari pada pesan error ketika melakukan perintah make.</p>
<pre>make -f Makefile.init makefiles \
‘CCARGS=-DHAS_MYSQL -I/usr/include/mysql -I/usr/include -DUSE_SASL_AUTH -I/usr/include/sasl -DUSE_SSL -I/usr/local/ssl/include -DUSE_CYRUS_SASL -DUSE_TLS -Wa,--noexecstack -I/usr/include’ \
‘AUXLIBS=-L/usr/lib64/mysql -L/usr/lib64 -lmysqlclient -lz -lm -lsasl2 -lssl -lcrypto’
</pre>
<p>Sesuaikan path library apabila anda melakukan kompilasi untuk mesin 32 bit.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2010/04/05/kompilasi-postfix-2-7-dengan-sasl-tls-dan-mysql-support-di-centos-64-bit/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>0</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Implementasi PSTN ke IPPBX dan VoIP dengan Briker dan Netphonic NG-304</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2009/12/11/implementasi-pstn-ke-ippbx-dan-voip-dengan-briker-dan-netphonic-ng-304/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2009/12/11/implementasi-pstn-ke-ippbx-dan-voip-dengan-briker-dan-netphonic-ng-304/#comments</comments>
		<pubDate>Fri, 11 Dec 2009 11:33:58 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[internet]]></category>
		<category><![CDATA[netphonic]]></category>
		<category><![CDATA[pstn]]></category>
		<category><![CDATA[telpon]]></category>
		<category><![CDATA[voip]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tajidyakub.net/?p=488</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini bersifat praktis, bagi anda yang ingin mengimplementasikan Netphonic NG-304 dan Briker ke dalam IPPBX kantor / usaha anda. Saya sendiri baru saja melakukan implementasi terkait dengan proses perpindahan kantor <a href="http://www.magnet-id.com/">Magnet Hosting / PT. Indonesia Digital Media</a> ke daerah Kayu Mas, dengan implementasi ini nomor telepon di kantor lama tetap dapat digunakan di kantor baru karena disebrangkan melalui jaringan wireless (local loop).</p>
<p><span id="more-488"></span>Meskipun implementasi voip dilakukan secara local, namun secara umum IPPBX dapat digunakan melalui hubungan internet meskipun (mungkin) akan berpengaruh kepada delay dan kualitas suara.</p>
<h2>Topologi Sederhana</h2>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-518" title="ng304-briker-ippbx" src="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2009/12/ng304-briker-ippbx.jpg" alt="ng304-briker-ippbx" width="500" height="409" /></p>
<p>Peralatan yang digunakan :</p>
<ul>
<li>Netphonic NG 304, yang memiliki 4 port FXO (untuk dicolok Line dari Telkom), netphonic NG 304 ini merupakan VoIP Router, namun pada implementasi yang saya gunakan hanya untuk meredirect panggilan masuk ke 4 Line tersebut ke Briker IPPBX, dan sebaliknya meredirect panggilan dari extension yang terregister di Briker secara random ke 4 Line Telkom yang tercolok di Port FXO. Referensi penjual : <a title="simantap" href="http://simantap.com/netphonic/15-netphonic-ng-304.html" target="_blank">http://simantap.com/netphonic/15-netphonic-ng-304.html</a> , rekomendasi dari saya pribadi untuk sales supportnya yang cukup menguasai sehingga bisa melayani pertanyaan saya yang awam VoIP.</li>
<li>Briker IPPBX, dalam hal ini yang saya gunakan adalah Ver .1.2 &#8220;Kilat&#8221;, Briker IPPBX merupakan distribusi Linux yang memungkinkan sebuah PC / Server biasa diubah menjadi Server PBX berbasis IP dengan fitur dan fasilitas yang sudah sangat mumpuni untuk diterapkan pada Bisnis menengah seperti kantor saya. Briker IPPBX saat ini saya install di sebuah PC dengan motherboard dan Processor Atom 330, RAM 1 GB serta 2&#215;160 GB HDD Raid1 (mirror). Distribusi Linux yang canggih ini dikembangkan oleh orang <strong>asli Indonesia</strong>, namanya Mas Anton, bisa dipelajari lebih lanjut di <a title="Briker" href="http://www.briker.org" target="_blank">http://www.briker.org</a>.</li>
<li>Linksys PAP2T Internet Phone Adaptor sebanyak 2 buah, masing-masing memiliki 2 Port FXS yang memungkinkan 2 buah telepon biasa analog dikoneksikan sebagai extension ke Briker. Sisanya menggunakan X-Lite Softphones di masing-masing PC, karena penggunaaannya untuk technical dan billing support maka memang preferensi mengangkat telepon melalui <em>head set</em> lebih dipilih supaya bisa sambil beraktifitas sambil menerima panggilan, cukup dimodali dengan <em>headset </em>yang agak bagusan sehingga tidak sakit di telinga :).</li>
</ul>
<h2>Sistem IPPBX</h2>
<ul>
<li>Ekstension, baik Linksys PAP2T, X Lite Softphones dan IP Phone SPA921 (yang saya gunakan) terkoneksi sebagai <em>Extension</em> ke Briker IPPBX melalui jaringan TCP / IP dalam hal ini <em>Wireless Network</em>.</li>
<li>IPPBX Briker terkoneksi dengan Netphonic NG 304 melalui interface WAN di NG 304, juga melalui Jaringan TCP / IP dalam hal ini kabel UTP karena terletak di satu rak yang sama.</li>
<li>4 Line Telepon dimasukkan ke 4 Port FXO Netphonic NG 304.</li>
</ul>
<p>Artikel ini mungkin akan berguna bagi anda abila anda;</p>
<ul>
<li>Memiliki Netphonic NG 304 atau seri lainnya yang memiliki port FXO</li>
<li>Sudah memiliki sebuah PC / Server yang terinstall Briker IPPBX dan sudah terkoneksi dengan baik Networknya.</li>
<li>Memiliki IP Phone / menggunakan X-lite Sofphone dan sudah dapat melakukan registrasi dengan Briker IPPBX melalui SIP.</li>
</ul>
<h2>Konfigurasi VoIP Router Netphonic NG 304</h2>
<p>Netphonic NG 304 akan berfungsi melakukan hal-hal sebagai berikut;</p>
<ul>
<li>Mengangkat telepon yang masuk ke port FXO dan *melempar* panggilan tersebut ke Briker IPPBX dengan melakukan <em>Call Out</em> ke Briker IPPBX melalui fasilitas Hotline (langsung diarahkan).</li>
<li>Menerima permintaan panggilan keluar setelah dirouting dari IPPBX dan melakukan panggilan keluar dengan menggunakan salah satu dari 4 Port FXO secara random.</li>
</ul>
<p>Netphonic NG 304 dan mayoritas produk VoIP lainnya dapat diakses dan dikonfigurasi melalui interface Web, secara default Port LAN dari Netphonic NG 304 akan memiliki IP Address 192.168.22.1 (silahkan dipelajari melalui dokumentasi yang disertakan), untuk konfigurasi awal, silahkan colokkan kabel LAN ke port LAN dan sesuaikan IP Address komputer yang ingin anda gunakan untuk melakukan konfigurasi awal.</p>
<ul>
<li>Sesuaikan konfigurasi WAN di dalam NG-304, pastikan bahwa NG-304 bisa terhubung dengan Briker IPPBX (bisa saling melakukan ping), dalam hal ini NG-304 saya berikan IP Address 117.103.52.xx dengan netmask 255.255.255.248 dan gateway ke 117.103.52.xx. Untuk melakukan konfigurasi silahkan klik link WAN &gt; Connected Type di sebelah kiri.</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-494" title="wan-connected-type" src="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2009/12/wan-connected-type.jpg" alt="wan-connected-type" width="500" height="343" /></p>
<ul>
<li>Karena saya menggunakan IP Address static, maka saya memilih Static IP Address seperti di atas, setelah anda klik OK, maka anda akan dihadapkan ke layar berikutnya yang berisi informasi konfigurasi Network (WAN) Netphonic NG-304.</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-495" title="static-ip-wan" src="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2009/12/static-ip-wan.jpg" alt="static-ip-wan" width="426" height="323" /></p>
<ul>
<li>Masih melalui Web Interface, anda dapat melakukan setup penamaan Line dari masing-masing FXO melalui menu Line Configure &gt; Line Setting, dalam hal ini saya menamakan sesuai Nomor telepon yang dicolokkan ke masing-masing port tersebut. (Nama IN 1602 Number 1602 untuk Port yang dicolokkan No telepon 85911602, dan seterusnya. Name ini nantinya akan muncul di display extension penerima misalnya &#8220;IN 1602&#8243; sementara nomornya akan muncul sebagai nomor line yang melakukan redirect telepon misalnya &#8220;1602@117.103.52.xx&#8221;, 117.103.52.xx merupakan IP Address dari Briker IPPBX kita.</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-498" title="ng-304-line-configure" src="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2009/12/ng-304-line-configure.jpg" alt="ng-304-line-configure" width="500" height="144" /></p>
<ul>
<li>Pastikan bahwa anda mengenable Hot Line di dalam Line Setting untuk semua FXO karena pada konfigurasi yang saya lakukan, telepon masuk akan langsung di *lempar* ke Briker IPPBX melalui Call Out Routing yang akan kita lakukan kemudian. Jangan lupa untuk klik <strong><em>Modify</em></strong> setelah anda melakukan perubahan.</li>
<li>Anda juga bisa melakukan setup apakah panggilan keluar yang dilakukan oleh Netphonic NG 304 dilakukan melalui Line FXO secara random, line number priority (apabila port 1 kosong maka telepon akan menggunakan port tersebut) ataupun rotasi melalui fasilitas Line Configure &gt; Line Feature.</li>
<li>Lakukan routing setup terhadap panggilan yang masuk ke dalam FXO untuk pengarahan ke Briker IPPBX (Call Out) melalui menu Routing Setup &gt; VoIP Call Out, yang dimaksud <em>Call Out</em> disini adalah karena NG 304 akan melakukan panggilan keluar (ke Briker) berdasarkan rule yang ada.</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-503" title="ng-304-call-out-routing" src="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2009/12/ng-304-call-out-routing.jpg" alt="ng-304-call-out-routing" width="500" height="165" /></p>
<ul>
<li>Masukkan hl1, hl2, hl3 atau hl4 pada Area Code, hl1 mewakili HotLine Port FXO 1 sesuai konfigurasi di Line Configuration, hl2 mewakili port FXO 2 dan seterusnya. Pada kolom destination masukkan IP Address Briker IPPBX anda, maksud dari rule routing ini adalah apabila ada panggilan dengan Area Code hl* maka silahkan diarahkan ke IP Address (Briker IPPBX).</li>
<li>Sebagai tambahan, anda sebaiknya mengaktifkan <em>authorization</em>, melalui menu Routing Setup &gt; Authorization untuk menentukan IP Address mana saja yang dapat melakukan panggilan keluar melalui Netphonic NG 304, masukkan IP Address Briker IPPBX anda.</li>
<li>Klik tombol <strong>Save Modification</strong> (paling bawah), agar konfigurasi yang sudah anda lakukan tidak hilang ketike Netphonicnya reboot :).</li>
<li>Dengan demikian setup di Netphonic NG 304 untuk keperluan ini sudah selesai dilakukan, dan kita akan melakukan setting di Briker IPPBX.</li>
</ul>
<h2>Konfigurasi SIP Trunk pada Briker IPPBX</h2>
<p>Agar panggilan dari dan ke NG 304 dari Briker IPPBX dapat dilakukan, anda dapat menggunakan SIP Trunk antara Briker IPPBX dan Netphonic NG 304.</p>
<ul>
<li>Akses interface Web Briker IPPBX anda, masuk ke menu IPPBX Administration, dan klik menu Trunks di sebelah kiri dan pilih Add SIP Trunk. Masukkan ng304 pada Trunk Name (silahkan diatur sendiri) dan masukkan konfigurasi berikut pada PEER Details (Outgoing Settings);</li>
</ul>
<pre>type=peer&amp;friend
qualify=yes
nat=never
insecure=port,invite
host=ng304.xxx
context=from-trunk
canreinvite=no</pre>
<ul>
<li>Kemudian pada Incoming Settings masukkan ng304-in pada USER Context dan masukkan konfigurasi berikut pada USER Details;</li>
</ul>
<pre>canreinvite=no
context=from-pstn
host=ng304.xxx
nat=no
type=peer</pre>
<ul>
<li>Klik Submit Changes kemudian klik Apply Configuration Setting dan Pilih Continue With Reload.</li>
<li>Pada General Settings masih di bagian sama, aktifkan Allow Anonymous Inbound SIP Calls (yes), ini harusnya bisa diubah menjadi No, namun saya belum sempat oprek-oprek lagi.</li>
<li>Jangan lupa melakukan Apply Configuration apabila anda melakukan perubahan pada konfigurasi Briker IPPBX anda.</li>
</ul>
<h2>Konfigurasi Outbound dan Inbound Routes pada Briker IPPBX</h2>
<p>Outbound routes harus diatur agar anda bisa menentukan telepon dengan nomor berapa yang diarahkan ke ng304 Trunk, dalam kasus ini saya menggunakan 9|. yang artinya apabila ada panggilan dari ekstension yang didahului dengan angka 9 dan diakhiri dengan angka berapa saja akan diarahkan ke Trunk ng304, dengan 9 dihilangkan (rule |).</p>
<p>Misalkan ada sebuah extension yang menekan nomor 98510017, maka panggilan tersebut akan dirouting ke Trunk NG304 dengan 9 hilang menjadi 8510017 saja dan nantinya Netphonic NG 304 akan melakukan panggilan keluar salah satu port FXO ke nomor tersebut.</p>
<p>Sementara itu Inbound Routes bisa diatur apabila anda ingin memisahkan telpon masuk ke nomor mana apakah akan di direct ke ekstension tertentu, atau ke Ring Group tertentu, atau ke IVR tertentu. Hal ini saya lakukan karena Nomor Telepon yang saya gunakan dalam hal ini 85911602 dan 85911606 akan saya arahkan ke IVR Magnet Hosting (operatornya adalah Ekstension Magnet Hosting) sementara nomor telepon 85912006 akan dijawab oleh IVR yang berbeda dengan operator yang berbeda juga.</p>
<p>Untuk konfigurasi <strong>Outbound Routes</strong> silahkan ikuti langkah berikut;</p>
<ul>
<li>Klik menu Outbound Routes, masukkan nama route misalnya PSTN_PLMN (atau silahkan edit dari template yang ada),  masukkan 9|. pada dial pattern, masukkan SIP/ng-304 pada Trunk Sequence no 0, contohnya dapat anda lihat pada gambar berikut;</li>
</ul>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-513" title="briker-outbound-routes" src="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2009/12/briker-outbound-routes.jpg" alt="briker-outbound-routes" width="339" height="453" /></p>
<ul>
<li>Jangan lupa klik Submit Changes dan Apply Configuration setelah perubahan / input anda lakukan.</li>
<li>Sampai dengan tahap ini maka panggilan dengan 9 di depan yang dilakukan oleh ekstension yang sudah teregister melalui SIP di Briker IPPBX akan diarahkan ke Netphonic NG 304.</li>
</ul>
<p>Untuk konfigurasi <strong>Inbound Routes</strong> silahkan ikuti langkah berikut;</p>
<ul>
<li>Sebagai contoh, saat ini kita akan membuat Inbound Routes untuk telepon yang masuk dari Netphonic NG 304 dengan Caller ID 1602 (sesuai yang kita atur sebelumnya di Line Settings).</li>
<li>Klik menu Inbound Routes dan klik Add Incoming Routes.</li>
<li>Masukkan 1602 pada description (bisa disesuaikan) dan 1602 pada Caller ID Number.</li>
<li>Kemudian pada Set Destination silahkan pilih tindakan yang anda inginkan apabila ada telepon masuk dari Line 1602, dalam hal ini saya setup ke IVR dengan judul &#8216;Welcome-1&#8242;, sebelumnya anda harus melakukan setup IVR terlebih dahulu karena hal tersebut tidak dibahas disini.</li>
<li>Pilihan lainnya adalah, anda dapat mengarahkan tindakan ke Ring Groups sehingga beberapa telepon (ekstension) yang ada di Ring Groups tersebut akan berbunyi bersama-sama pada saat ada telepon masuk, atau bisa juga anda set langsung ke ekstension tertentu (direct) apabila anda ingin telepon masuk ke nomor tersebut adalah Line Dedicated ke ekstension tertentu.</li>
<li>Jangan lupa klik Submit setelah anda memasukkan / mengubah konfigurasi anda.</li>
<li>Buat Inbound Routes yang lain, dalam kasus saya, saya juga membuat Inbound Routes untuk 1606, 1636 dan 2006. Apabila anda tidak ingin memisahkan perlakukan terhadap telepon yang masuk, silahkan kosongkan Caller ID Number sehingga aturan routes tersebut akan berlaku untuk semua panggilan yang masuk ke Briker IPPBX (Any DID/ Any CID)</li>
<li>Pada saat ini panggilan yang masuk ke Netphonic NG 304 seharusnya sudah dapat diterima dan diarahkan oleh Briker IPPBX.</li>
</ul>
<h2>Setup Lainnya</h2>
<p>Hal lain yang harus anda setup namun tidak saya ceritakan disini adalah diantaranya;</p>
<ul>
<li>Melakukan setup Extension untuk koneksi dari PAP2T maupun X-Lite Softphones ataupun IP Phones melalui SIP.</li>
<li>Melakukan setup IP Phones, PAP2T maupun X-Lite untuk register ke Briker IPPBX</li>
</ul>
<p>Apabila anda kesulitan melakukan hal-hal tersebut silahkan mampir ke forum developer VoIP Rakyat yang saya yakin pasti ada anggota lain yang mau membantu menyelesaikan permasalahan anda.</p>
<h2>Referensi</h2>
<ul>
<li>Briker IPPBX <a title="Briker" href="http://www.briker.org" target="_blank">http://www.briker.org</a></li>
<li>Forum VoIP Rakyat <a title="Forum Voip Rakyat" href="http://developer.voiprakyat.or.id/forum/index.php" target="_blank">http://developer.voiprakyat.or.id/forum/index.php</a></li>
</ul>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2009/12/11/implementasi-pstn-ke-ippbx-dan-voip-dengan-briker-dan-netphonic-ng-304/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Mirror Sourceforge di Indonesia / IIX</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2009/08/10/mirror-sourceforge-di-indonesia-iix/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2009/08/10/mirror-sourceforge-di-indonesia-iix/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 10 Aug 2009 13:37:57 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Go Konten Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[IIX]]></category>
		<category><![CDATA[openixp]]></category>
		<category><![CDATA[opensource]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tajidyakub.net/?p=477</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p><img class="alignleft size-full wp-image-478" title="logo-sourceforge" src="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2009/08/logo-sourceforge.png" alt="logo-sourceforge" width="205" height="34" />Sourceforge merupakan website untuk developer aplikasi <em>opensource</em> terbesar di dunia, seperti di klaim melalui <a href="http://sourceforge.net/apps/trac/sourceforge/wiki/What%20is%20SourceForge.net" target="_blank">http://sourceforge.net/apps/trac/sourceforge/wiki/What%20is%20SourceForge.net</a>, pada bulan februari 2009, lebih dari 230 ribu project di host oleh source forge dengan lebih dari 2 juta user terdaftar.</p>
<p><span id="more-477"></span></p>
<p>Bagi anda yang termasuk golongan <em>opreker</em> seperti saya tentunya sourceforge bukan barang aneh, namun yang mengejutkan sekaligus menggembirakan buat saya adalah, entah sejak kapan, <a href="http://www.biznetnetworks.com/en/" target="_blank">Biznet Networks</a>, salah satu ISP besar di Indonesia telah memiliki server lokal yang menjadi mirror sourceforge.</p>
<p>Hal ini dapat kita lihat di halaman <a href="http://sourceforge.net/apps/trac/sourceforge/wiki/Mirrors" target="_blank">http://sourceforge.net/apps/trac/sourceforge/wiki/Mirrors</a>, dan dapat kita nikmati dengan memilih mirror biznet secara manual apabila belum terpilih secara otomatis.</p>
<p><img class="aligncenter size-full wp-image-481" title="sourceforge-biznet" src="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2009/08/sourceforge-biznet.jpg" alt="sourceforge-biznet" width="500" height="227" /></p>
<p>Terimakasih Biznet!, Go Konten Lokal! :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2009/08/10/mirror-sourceforge-di-indonesia-iix/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Penghematan Melalui Konten Lokal</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2008/10/28/penghematan-melalui-konten-lokal/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2008/10/28/penghematan-melalui-konten-lokal/#comments</comments>
		<pubDate>Mon, 27 Oct 2008 19:52:10 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Go Konten Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[hosting]]></category>
		<category><![CDATA[IIX]]></category>
		<category><![CDATA[local content]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tajidyakub.net/?p=464</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Di masa krisis moneter <em>wannabe</em> ini penghematan harus diimplementasikan di semua sisi, mulai dari mengurangi jatah rokok, jajan bakso, nonton bioskop, sms-an dan mengurangi jatah internetan di warnet. Saya dan anda sebagai penyedia konten internet (sederhananya yang punya blog dan dibaca oleh teman-temannya) juga mungkin membantu proyek penghematan teman-teman kita, caranya?</p>
<p><span id="more-464"></span></p>
<p><a href="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2008/11/go-local-susee.gif"><img class="size-medium wp-image-468 alignleft" style="float:left; margin-right:20px; margin-bottom:20px;" title="go-local-susee" src="http://www.tajidyakub.net/wp-content/uploads/2008/11/go-local-susee.gif" alt="" width="125" height="125" /></a>Konten Lokal Internet Indonesia adalah salah satu jawabannya, mungkin jadi lebih mahal buat kita, karena belum ada hosting gratisan sekelas 000webhost.com di Jaringan lokal, tapi kalau hanya blog sudah ada <a title="Blog Detik" href="http://blogdetik.com/" target="_blank">blogdetik.com</a> dan <a title="dagdigdug" href="http://dagdigdug.com" target="_blank">dagdigdug</a>, keduanya juga menggunakan wordpress, bahkan blogdetik juga menggunakan <a title="tag nginx" href="/tag/nginx/" target="_blank">nginx</a>, web server yang sama dengan yang digunakan oleh wordpress.com.</p>
<p>Note : Banner Go Local sumbangan dari Mas Susee di <a href="http://www.susee.info" target="_blank">http://www.susee.info</a>.</p>
<p><strong>Bagian dari Penghematan</strong></p>
<p>Ilustrasi sederhana dan bodohnya bisa kita mulai dari <em>latency</em>, waktu yang dibutuhkan dari alamat situs kita ketikkan di kolom atas browser sampai dengan tampil dan bisa kita baca secara umum terbagi menjadi tiga proses utama;</p>
<ul>
<li>Proses request yang kita lakukan (melalui mengetikkan alamat situs dan menekan tombol enter) entah bagaimana caranya simsalabim sampai ke web server situs terkait.</li>
<li>Web Server situs terkait melakukan proses terhadap permintaan tersebut, lamanya proses akan tergantung kepada load dari situs dan server itu sendiri.</li>
<li>Jawaban dikembalikan oleh web server ke komputer tempat kita mengakses internet, loading dan selesai loading sampai akhirnya bisa kita baca.</li>
</ul>
<p>Dari tiga proses tersebut, dengan asumsi baik di IIX (lokal) maupun di USA proses yang kedua sama-sama diselesaikan dalam waktu 1 detik, sehingga lamanya waktu yang dibutuhkan kita untuk mengakses situs tersebut tinggal ditentukan oleh lama waktu yang dibutuhkan oleh proses pertama dan proses kedua (<em>latency</em>).</p>
<p>Apabila server di USA dengan asumsi warnet yang menggunakan koneksi <em>Speedy ADSL</em> (bukan promosi &#8211; cuma cari yang gampang aja) maka waktu total yang dibutuhkan proses pertama dan kedua adalah 200-400 ms (lebih banyak tergantung kepada bagus tidaknya jaringan ADSL anda).</p>
<p>Sementara apabila server di IIX, dengan koneksi yang sama, waktu yang dibutuhkan proses pertama dan kedua adalah 50-150 ms.</p>
<p>Gampangnya <strong>2-4 kali lebih cepat</strong>, itu belum berbicara besarnya pipa ke IIX yang pasti lebih dibandingkan pipa ke USA, apalagi kalau siang hari kalau <em>traffic </em>ke <em>Yahoo</em> masuk ke antrian <em>ISP</em>.</p>
<p>Kasarnya, kalau teman-teman kita yang membaca blog kita di Warnet, dan blog-blog lainnya, maka kita dapat membantu mereka menghemat uang jajan warnetnya sebesar <strong>2-4 kali lebih murah</strong>, sekali lagi kita belum bicara <em>bandwidth</em>.</p>
<p>Jadi kalau blog anda ditulis dalam <strong>Bahasa Indonesia</strong>, diperuntukkan untuk dilihat oleh <strong>Pengguna Internet Indonesia</strong>, mari kita bantu teman kita berhemat dengan meletakkannya di <strong>Server Indonesia</strong>.</p>
<p>Bingung mindahin blog anda di <em><a href="http://blogger.com" target="_blank">blogger.com</a> </em>dan di <a href="http://wordpress.com" target="_blank"><em>wordpress.com</em></a> ke blogdetik.com?, main-main ke <a href="http://www.wordpressrepublik.com" target="_blank">wordpressrepublik.com</a>, di sana mulai banyak jagoan wordpress :).</p>
<p><strong>Selamat berhemat dan mendukung gerakan penghematan</strong> &#8230;</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2008/10/28/penghematan-melalui-konten-lokal/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>38</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Hosting di IIX Bukan Scam ^_^</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2008/10/27/hosting-di-iix-bukan-scam-_/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2008/10/27/hosting-di-iix-bukan-scam-_/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 18:28:07 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Go Konten Lokal]]></category>
		<category><![CDATA[hosting]]></category>
		<category><![CDATA[IIX]]></category>
		<category><![CDATA[local content]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tajidyakub.net/?p=442</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Tulisan ini melanjutkan <a title="Hosting di IIX" href="http://www.tajidyakub.net/2008/03/24/hosting-di-iix/" target="_blank">penjelasan sederhana</a> mengenai mengapa kadang situs kita lebih baik diletakkan di jaringan Internet Lokal Indonesia. Melihat keengganan *sebagian besar* penyedia konten internet lokal Indonesia untuk meletakkan situsnya di lingkungan IIX atau openIXP, saya merasa ada beberapa point yang saya ingin ungkapkan;</p>
<p><span id="more-442"></span></p>
<ul>
<li>Internet = Interconnected Computer Network, jaringan dari jaringan komputer, maka jika diartikan secara lepas Internet Indonesia merupakan jaringan dari jaringan komputer yang secara topologi jaringan berada di Indonesia.</li>
<li>Bandwidth IIX dan openIXP yang merupakan hasil <em>peering Internet Service Provider</em> yang ada di Indonesia bisa dibilang gratis!, biaya menjadi lebih murah (jauh) karena modal investasi dan operasional yang dibutuhkan untuk memastikan lalu lintas paket internet  ke <a title="Kaskus" href="http://www.kaskus.us" target="_self">www.kaskus.us</a> sampai ketangan user jauh lebih murah dibandingkan biaya yang dibutuhkan untuk memastikan lalu lintas paket internet ke <a title="Rapidshare" href="http://www.rapidshare.com/" target="_blank">www.rapidshare.com</a> sampai ke tangan user.</li>
<li>Terkait dengan point sebelumnya, otomatis kemungkinan user Internet Indonesia untuk mendapatkan pipa lebih besar ke Jaringan Internet Indonesia dibandingkan ke arah internasional menjadi lebih besar. Bahkan sebagian besar ISP Wireless memberikan limit yang berbeda untuk kedua jenis bandwidth tersebut, sayangnya dampak ini baru sangat dirasakan oleh pengguna Internet yang berdomisili di Jakarta dan sangat belum merata di kota-kota lainnya (akan menuju ke sana).</li>
<li>Bandwidth lebih lebar, latency lebih terjaga, otomatis <em>browsing experience</em> user tersebut akan lebih nyaman, dan otomatis situs tersebut akan lebih maju, contoh gampang di depan mata kita :) silahkan buka <a title="Detik" href="http://www.detik.com" target="_blank">www.detik.com</a>.</li>
<li>Kalau anda khawatir <a title="Google" href="http://www.google.com" target="_blank">Google </a>sulit mengunjungi situs-situs yang ada di Indonesia, yang harus dilakukan adalah memperbanyak traffic local sehingga Google *terpaksa* buka <em>data center</em> di Indonesia, dan bukannya berlomba-lomba mendekatkan diri ke google. Google adalah <strong>mesin</strong> pencari, user yang mengunjungi situs anda adalah <strong>manusia</strong>, kecuali situs tersebut memang hanya dibuat untuk Google, ada baiknya lebih mendekatkan diri ke manusia penggunanya dan bukan ke googlenya :).</li>
<li>Semakin kesini pasti akan semakin banyak muncul <a title="Magnet Hosting" href="http://www.magnet-id.com/" target="_blank">penyedia jasa hosting</a> yang tidak edan memangkas traffic ke sisi internasional, kenapa? karena bandwidth internasional pasti akan turun, tinggal tunggu waktu saja, tapi pasti <strong>tidak akan lebih murah</strong> dari bandwidth lokal.</li>
<li>Indonesia terhubung ke Jaringan Internet Dunia masih ketergantungan lebih dari 50% kepada Singapura dan Malaysia, sampai dengan kita bisa Mandiri 80%, ada baiknya kita menggunakan produk lokal, nanti kalau Singapura dan Malaysia kena krisis lalu kita gak bisa browsing gimana dong?</li>
</ul>
<p>Kapan kita bikin gerakan <strong>Budayakan Konten Lokal</strong>?</p>
<p>Selamat memindahkan hosting, vps dan dedicated server  anda ke IIX :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2008/10/27/hosting-di-iix-bukan-scam-_/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>24</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Reload Konfigurasi Nginx</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2008/10/26/reload-konfigurasi-nginx/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2008/10/26/reload-konfigurasi-nginx/#comments</comments>
		<pubDate>Sun, 26 Oct 2008 00:41:16 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[nginx]]></category>
		<category><![CDATA[web server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tajidyakub.net/?p=429</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>File konfigurasi nginx di web server anda dapat di *reload* dengan mengunakan <em>signal</em> dan tanpa melakukan restart;</p>
<p><span id="more-429"></span></p>
<pre class="brush: bash">ps aux | egrep &#039;(PID|nginx)&#039;</pre>
<p>Perintah tersebut akan menghasilkan output seperti;</p>
<pre class="brush: bash">

USER       PID %CPU %MEM    VSZ   RSS TTY      STAT START   TIME COMMAND
root     22757  0.0  0.7  42028  2604 ?        Ss   04:02   0:00 nginx: master process /usr/local/sbin/nginx
nobody   23303  0.0  0.7  42028  2336 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
nobody   23304  0.0  0.7  42028  2368 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
nobody   23305  0.0  0.7  42028  2368 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
nobody   23306  0.0  0.7  42028  2348 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
nobody   23307  0.0  0.7  42028  2376 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
nobody   23308  0.0  0.8  42028  2876 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
nobody   23309  0.0  0.7  42028  2360 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
nobody   23310  0.0  0.6  42028  2192 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
nobody   23311  0.0  0.7  42028  2328 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
nobody   23312  0.0  0.8  42028  2928 ?        S    05:25   0:00 nginx: worker process
</pre>
<p>Reload konfigurasi dapat dilakukan melalui perintah kill -HUP PID master proses nginx; dalam kasus ini adalah;</p>
<pre class="brush: bash">kill -HUP 22757</pre>
<p>Selamat Mencoba ..</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2008/10/26/reload-konfigurasi-nginx/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>2</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Menunjuk Otomatis Whois Server yang Digunakan</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2008/09/27/menunjuk-otomatis-whois-server-yang-digunakan/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2008/09/27/menunjuk-otomatis-whois-server-yang-digunakan/#comments</comments>
		<pubDate>Sat, 27 Sep 2008 00:06:39 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Python]]></category>
		<category><![CDATA[django]]></category>
		<category><![CDATA[whois]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tajidyakub.net/?p=401</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Kalau kita melakukan query whois dari sebuah linux (jwhois pada CentOS), kita akan diberikan tampilan standar hasil output dari whois server pemegang Ekstension terkait seperti;</p>
<ul>
<li>whois.verisign-grs.com untuk .net, .com</li>
<li>whois.publicinterestregistry.net untuk .org</li>
<li>whois.afililas.info untuk .info</li>
<li>dan lain lain</li>
</ul>
<p>Sementara saat ini masing-masing registrar memiliki whois server tersendiri yang menyimpan data lebih lengkap di banding whois server tersebut di atas.</p>
<p>Tulisan ini akan menceritakan cara *sederhana* untuk mendapatkan informasi yang lebih lengkap dengan bantuan pyrhon. Script yang ada di sini tidak siap pakai, melainkan lebih menceritakan konsep dari fungsi terkait.</p>
<p><span id="more-401"></span></p>
<p>Pada prinsipnya yang harus dilakukan adalah;</p>
<ul>
<li>Memeriksa apakah domain tersebut sudah terdaftar</li>
<li>Mencari di registrar mana didaftarkan dan whois server registrar terkait yang dapat digunakan melalui port 43</li>
<li>Menyimpan output dari whois domain.tld -h whoisserver</li>
</ul>
<pre class="brush: python">
def _whois_query(domain):
result = os.popen(&#039;whois %s&#039; % domain).read()
whoisserver = &quot;&quot;
if re.search(&#039;no match&#039;, result.lower()):
result = &#039;Domain belum terdaftar.\nSilahkan coba kembali.&#039;
else:
result = result.split()
for i in range(len(result)):
if re.search(&#039;^whois.&#039;, result[i]):
whoisserver = result[i]
if whoisserver:
result = os.popen(&#039;whois %s -h %s&#039; %(domain,whoisserver) ).read()
result = result.split(&#039;\n&#039;)
return result
</pre>
<p>Mohon perhatikan hirarkinya, soalnya entah gimana caranya biar bisa di tampilkan.</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2008/09/27/menunjuk-otomatis-whois-server-yang-digunakan/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>4</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Multiple Authoritative DNS Server untuk Domain Anda</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2008/09/04/multiple-authoritative-dns-server-untuk-domain-anda/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2008/09/04/multiple-authoritative-dns-server-untuk-domain-anda/#comments</comments>
		<pubDate>Wed, 03 Sep 2008 18:21:42 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[dns]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tajidyakub.net/?p=396</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Menyimak diskusi pada sebuah thread di <a title="WHT" href="http://www.webhostingtalk.com/showthread.php?t=719545" target="_blank">WHT</a>, berikut <a href="http://www.webhostingtalk.com/showpost.php?p=5292140&amp;postcount=12" target="_blank">komentar dari salah seorang anggota forum</a>;</p>
<blockquote><p>The very oldest rfcs say you should have your nameservers in different places, both netwise and geographically, so that no one event will bring them all down.</p>
<p>Some people say this isn&#8217;t important because if your dns is down the servers probably are too, but this isn&#8217;t completely true. The exception is email.</p>
<p>If your server or network goes missing temporarily, taking all your nameservers with it, then anyone who tries to send mail to one of your customers will get an immediate and confusing failure message.</p>
<p>Then they phone the person they are trying to email and that person phones you.</p>
<p>If however your server disappears momentarily, but you still have a functioning nameserver in another location, the email will be accepted from the sender and queued on their outbound mailserver until the message can be delivered (or until the retry time-out expires).</p>
<p>In my opinion that&#8217;s a better thing to have happen. You don&#8217;t want people phoning you every time there is a net burp or you have to reboot your server.</p>
<p>So despite what practically every cpanel &#8220;host&#8221; says, there is benefit to having nameservers in different places.</p></blockquote>
<p>Saya ingin mengangkat topik ini menimbang praktek umum pada dunia web hosting untuk menggunakan server web nya sebagai Master Name Server(s), terutama yang menggunakan cPanel tanpa memanfaatkan fasilitas <a title="DNS Server Clustering Quick Start" href="http://www.cpanel.net/docs/dnsclustering-quickstart/" target="_blank">DNS Server clustering</a> yang ditawarkan oleh cPanel.</p>
<p><span id="more-396"></span></p>
<p>Misalkan anda menghosting situs anda pada sebuah virtual server atau dedicated server dengan minimal 2 IP Address, dan  secara teknis sudah dapat melayani zona authoritative domain yang anda miliki melalui satu buah server tersebut (<em>single server</em>).</p>
<p><a title="RFC2182" href="http://www.unix.com.ua/rfc/rfc2182.html" target="_blank">RFC2182</a>, bagian 5 menyebutkan, yang apabila diterjemahkan, bahwa spesifikasi DNS dan pendaftaran nama domain membutuhkan minimal 2 <strong>server</strong> untuk setiap zone, dan biasanya yang satu adalah Master dan yang lainnya adalah secondary, namun dianjurkan untuk melayani zone authoritative melalui 3 server minimal.</p>
<p><strong>Penting tidak Penting</strong></p>
<p>Tidak penting karena apabila web server anda tewas, hang, maintenance mode dan menghilang dari belantara internet maka otomatis situs anda tidak akan dapat diakses meskipun anda mempunyai 7 Name Server yang melayani domain anda.</p>
<p>Tapi ternyata penting juga karena (berdasarkan quote di atas), mohon dikonfirmasi oleh rekan yang lain, apabila web server anda menghilang, dan termasuk di dalamnya name server anda maka internet akan menjadi buta total termasuk di dalamnya tidak dapat meminta informasi mengenai MX records yang terkait dengan E-mail. Ilustrasi sederhananya adalah apabila anda mengirimkan E-mail @domainanda.tld yang DNS dan web servernya sedang lenyap maka akan langsung direplied oleh error message dan otomatis gagal dikirim.</p>
<p>Sementara apabila name server anda masih hidup, meskipun web server nya hilang, E-mail yang dikirimkan ke @domainanda.tld akan masuk ke antrian (queue) pengiriman pesan, yang akan diproses kembali di lain waktu oleh Mail Server yang kita gunakan untuk mengirim.</p>
<p><strong>Terpisah Secara Geografis</strong></p>
<p>Sering kita dengar bahwa sebaiknya Name Server anda dipisahkan secara geografis atau pelatakkan server yang terpisah. Sebenarnya yang menjadi konsep pemisahan ini adalah <em>network reachable</em> dari masing-masing server, apabila anda meletakkan name server pada sebuah rak misalnya, melalui koneksi yang sama ke internet, maka apabila koneksi tersebut terganggu maka otomatis name server anda akan tidak bisa dijangkau oleh internet, dan sama saja dengan menghilang dari peredaran. Adalah lebih baik apabila anda meletakkan name server anda pada jaringan yang berbeda untuk mengatasi masalah tersebut.</p>
<p><strong>Solusi</strong></p>
<p>Sebenarnya bukan hal yang sulit untuk menghilangkan permasalahan DNS pada single server ini, karena sekarang kita dapat menemukan virtual private server yang murah meriah baik di indonesia maupun di luar negeri.</p>
<p>Artinya, anda dapat menggunakan virtual server atau vps tersebut untuk menjadi salah satu name server anda.Resource yang dibutuhkan akan tergantung dari jumlah zone yang dilayani, namun tidak terlalu besar, sebuah vps dengan RAM 128 MB sudah dapat menjalankan fungsi tersebut dengan baik.</p>
<p>Terlebih lagi apabila anda menggunakan cpanel, anda tidak harus memiliki pengetahuan berlebihan mengenai DNS, karena anda bisa menggunakan <a title="cPanel DNS only" href="http://www.cpanel.net/products/dnsonly/index.htm" target="_blank">cPanel DNS only</a> secara GRATIS, dan diinstall ke vps anda dengan sangat mudah (tinggal satu baris perintah).</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2008/09/04/multiple-authoritative-dns-server-untuk-domain-anda/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>3</slash:comments>
		</item>
		<item>
		<title>Server untuk yang Membutuhkan Tenaga dan Kecepatan Lebih</title>
		<link>http://www.tajidyakub.net/2008/09/03/server-untu-yang-membutuhkan-tenaga-dan-kecepatan-lebih/</link>
		<comments>http://www.tajidyakub.net/2008/09/03/server-untu-yang-membutuhkan-tenaga-dan-kecepatan-lebih/#comments</comments>
		<pubDate>Tue, 02 Sep 2008 20:00:00 +0000</pubDate>
		<dc:creator>Tajid Yakub</dc:creator>
				<category><![CDATA[Notes]]></category>
		<category><![CDATA[server]]></category>
		<category><![CDATA[web server]]></category>

		<guid isPermaLink="false">http://www.tajidyakub.net/?p=395</guid>
		<description><![CDATA[ [...]]]></description>
			<content:encoded><![CDATA[<p>Seiring dengan berkembang dan meluasnya cakupan akses internet di Indonesia (meskipun masih tergolong lambat di bandingkan dengan negara lain), tentunya <em>local content </em>Indonesia juga akan semakin berkembang. Mau tidak mau suka tidak suka, pengguna internet akan lebih familiar dengan yang settingnya, pembuatnya, pembacanya, dan bahasanya masih terjangkau di otak (kecuali mungkin buat yang <a href="http://www.tajidyakub.net/2008/08/25/batman-just-return/" target="_self">sering nonton film</a> seperti saya, new york doang mah saya udah sering lihat .. di film :)).</p>
<p><a href="http://www.google.co.id/search?q=hosting+iix+scam" target="_blank">Scam tidak scam</a>, <a href="http://www.google.co.id/search?q=hosting+iix+lelet" target="_blank">lelet tidak lelet</a>, dan dari sekian banyak yang menganjurkan agar kita tidak meletakkan <em>content</em> kita di lingkungan internet lokal (baca: Indonesia) melalui berbagai alasan yang sangat masuk akal, lokasi geografis <a href="http://www.tajidyakub.net/2008/03/24/hosting-di-iix/" target="_blank">turut mengambil peranan dalam menentukan kenyamanan </a><em><a href="http://www.tajidyakub.net/2008/03/24/hosting-di-iix/" target="_blank">browsing</a></em> seorang pengguna internet, <a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Latency_(engineering)" target="_blank">terutama di </a><em><a href="http://en.wikipedia.org/wiki/Latency_(engineering)" target="_blank">latency</a></em>.</p>
<p>Intinya, ruang permintaan terhadap Layanan Dedicated atau Co-location Server dengan posisi Data Center di Indonesia, dijamin, akan selalu dan terus berkembang.</p>
<p>Atas dasar pemikiran sederhana dan ditambah beberapa ambisi dan visi saya dan teman-teman, <strong>Magnet Hosting</strong> kini mulai menyediakan <a title="Dedicated Server Magnet" href="http://www.magnet-id.com/dedicated-server/" target="_blank">Layanan Dedicated Server</a>. Alangkah indahnya memang bila pada masanya nanti jembatan yang terpercaya dapat terbuat untuk menghubungkan <em>content provider</em> dengan pengguna internet tanpa ada hambatan di sisi biaya. Konsepnya bagaimana meramu layanan dengan harga semurah mungkin tapi tetap sehat bisnisnya dan tetap terjaga kualitasnya.</p>
<p>Siapa tahu langkah kecil ini bisa memberikan dampak besar buat <a title="Magnet Hosting" href="http://www.magnet-id.com/" target="_blank">Magnet</a>?, provider jasa hosting mana yang gak punya cita-cita untuk nantinya membangun Data Center <strong>Terbaik, Termurah, dan Terhandal</strong> di Indonesia? relatif memang, tapi mudah-mudahan bisa sampai ke sana :)</p>
]]></content:encoded>
			<wfw:commentRss>http://www.tajidyakub.net/2008/09/03/server-untu-yang-membutuhkan-tenaga-dan-kecepatan-lebih/feed/</wfw:commentRss>
		<slash:comments>10</slash:comments>
		</item>
	</channel>
</rss>

